Zikir Pagi dan Petang Lengkap Sesuai Sunnah: Arab, Latin, Terjemah, Tafsir, dan Pendapat Ulama
Oleh: Ashabussalam.Online Label: Zikir & Wirid Referensi: Al-Qur'an, Hadits Shahih, Kitab-kitab Ulama Muktabar
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Pendahuluan
Zikir pagi dan petang adalah benteng seorang Muslim dalam menjalani hari. Di setiap fajar yang menyingsing dan setiap senja yang tiba, Rasulullah ﷺ tidak pernah melewatkan momen ini tanpa mengingat Allah — memohon perlindungan, memanjatkan syukur, dan memperbaharui ikrar penghambaan.
Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah berkata dalam kitabnya Al-Wabilush Shayyib (hal. 200):
"Zikir pagi dan petang bagi hati adalah seperti air bagi ikan. Maka bagaimana keadaan ikan jika dikeluarkan dari air?"
Ungkapan indah ini menggambarkan betapa zikir pagi dan petang bukan sekadar ritual — ia adalah kebutuhan ruhani yang jika ditinggalkan, hati akan kering dan lemah menghadapi ujian kehidupan.
Pengertian Zikir Pagi dan Petang
Secara Bahasa
Zikir (ذِكْر) berasal dari kata dzakara - yadzkuru - dzikran yang berarti mengingat, menyebut, dan menghadirkan dalam hati. Imam Al-Raghib Al-Asfahani dalam Al-Mufradat fi Gharibil Qur'an (hal. 328) menjelaskan:
"Zikir ada dua jenis: zikir dengan hati dan zikir dengan lisan. Yang sempurna adalah menggabungkan keduanya."
Pagi (الصَّبَاح) dalam konteks zikir adalah waktu dari setelah sholat Subuh hingga matahari terbit atau naik setinggi tombak.
Petang (الْمَسَاء) adalah waktu dari setelah sholat Ashar hingga matahari terbenam.
Dalil Keutamaan Zikir Pagi dan Petang
Dalil dari Al-Qur'an
Dalil 1:
وَاذْكُر رَّبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ وَلَا تَكُن مِّنَ الْغَافِلِينَ
"Dan ingatlah Tuhanmu dalam hatimu dengan rendah hati dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, pada waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai."
(QS. Al-A'raf: 205)
Asbabun Nuzul: Imam Al-Qurthubi dalam Tafsir Al-Qurthubi (Jilid 7, hal. 389) menyebutkan bahwa ayat ini turun sebagai perintah umum kepada seluruh umat Islam untuk senantiasa mengingat Allah — terutama di dua waktu utama yaitu pagi dan petang, karena dua waktu inilah yang paling mudah dilalaikan oleh manusia.
Tafsir Ulama:
Imam Ibnu Katsir rahimahullah dalam Tafsir Ibnu Katsir (Jilid 3, hal. 524) menjelaskan:
"Allah memerintahkan untuk berzikir kepada-Nya di pagi dan petang hari — yaitu di awal siang dan di akhirnya — agar seluruh waktu seseorang dipenuhi dengan zikir dan ketaatan kepada-Nya."
Syaikh Abdurrahman As-Sa'di dalam Taisir Karimir Rahman (hal. 322) menambahkan:
"Zikir di pagi hari adalah bekal untuk menghadapi hari, dan zikir di petang hari adalah penutup amalan yang terbaik. Keduanya adalah pilar keistiqomahan seorang hamba."
Dalil 2:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا. وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
"Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah kepada Allah, dengan zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang."
(QS. Al-Ahzab: 41-42)
Tafsir Ulama:
Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Ibnu Katsir (Jilid 6, hal. 467) berkata:
"Allah memerintahkan hamba-hamba-Nya yang beriman untuk memperbanyak zikir kepada-Nya. Para ulama mengatakan bahwa tidak ada ibadah yang Allah wajibkan kecuali ada batasan tertentu — kecuali zikir, maka Allah memerintahkannya sebanyak-banyaknya tanpa batas."
Dalil 3:
وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ الْغُرُوبِ
"Dan bertasbihlah sambil memuji Tuhanmu sebelum matahari terbit dan sebelum terbenam."
(QS. Qaf: 39)
Tafsir Ulama:
Imam Al-Qurthubi dalam Tafsir Al-Qurthubi (Jilid 17, hal. 19) menjelaskan bahwa ayat ini secara khusus memerintahkan dua waktu utama berzikir:
- Sebelum matahari terbit → yaitu setelah sholat Subuh
- Sebelum matahari terbenam → yaitu setelah sholat Ashar
Dalil dari Hadits Shahih
Hadits 1 — Keutamaan Zikir Pagi Petang:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: مَنْ قَالَ حِينَ يُصْبِحُ وَحِينَ يُمْسِي: سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ، مِائَةَ مَرَّةٍ، لَمْ يَأْتِ أَحَدٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِأَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ بِهِ إِلَّا أَحَدٌ قَالَ مِثْلَ مَا قَالَ أَوْ زَادَ عَلَيْهِ
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa yang mengucapkan di pagi dan petang hari: 'Subhanallahi wa bihamdih' sebanyak seratus kali, maka tidak ada seorang pun yang datang pada hari kiamat dengan membawa sesuatu yang lebih baik darinya, kecuali seseorang yang mengucapkan seperti itu atau lebih banyak."
(HR. Muslim, No. 2692 — Shahih)
Asbabul Wurud: Hadits ini disampaikan Rasulullah ﷺ dalam konteks mengajarkan amalan yang ringan namun berpahala besar kepada para sahabat, terutama bagi mereka yang tidak mampu bersedekah harta namun ingin mendapatkan pahala yang besar. (Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim, Imam Nawawi, Jilid 17, hal. 17)
Hadits 2 — Perlindungan dari Bahaya:
عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: مَا مِنْ عَبْدٍ يَقُولُ فِي صَبَاحِ كُلِّ يَوْمٍ وَمَسَاءِ كُلِّ لَيْلَةٍ: بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ، ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، فَيَضُرَّهُ شَيْءٌ
Dari Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Tidaklah seorang hamba yang mengucapkan setiap pagi dan petang: 'Bismillahilladzi laa yadhurru ma'asmihi syai'un fil ardhi wa laa fis samaa'i wa huwas samii'ul 'aliim' sebanyak tiga kali — kemudian sesuatu apapun dapat membahayakannya."
(HR. Abu Dawud No. 5088, Tirmidzi No. 3388 — Shahih)
Catatan Keshahihan: Imam Tirmidzi berkata: "Hadits ini hasan shahih." Syaikh Al-Albani dalam Shahih Abu Dawud (No. 4241) mengkategorikannya sebagai hadits shahih.
Waktu Pelaksanaan Zikir Pagi dan Petang
Para ulama berbeda pendapat mengenai batas waktu zikir pagi dan petang. Berikut pendapat mereka:
Pendapat Pertama — Imam Ibnu Baz rahimahullah: (Majmu' Fatawa Ibnu Baz, Jilid 26, hal. 90) Zikir pagi dibaca dari setelah sholat Subuh hingga terbit matahari. Zikir petang dibaca dari setelah sholat Ashar hingga terbenam matahari.
Pendapat Kedua — Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah: (Syarhul Mumti', Jilid 4, hal. 78) Zikir pagi dibaca dari terbit fajar hingga matahari naik setinggi tombak. Zikir petang dimulai sejak tergelincirnya matahari (ba'da Dzuhur) hingga terbenam.
Pendapat Ketiga — Imam An-Nawawi rahimahullah: (Al-Adzkar, hal. 64) Waktu pagi adalah dari setelah Subuh hingga Dzuhur, dan waktu petang dari Dzuhur hingga Maghrib.
Pendapat yang Rajih (Kuat): Pendapat Imam Ibnu Baz adalah yang paling kuat dalilnya, didukung oleh ayat QS. Qaf: 39 yang menyebutkan "sebelum terbit dan sebelum terbenam."
Kumpulan Zikir Pagi
(Dibaca setelah Sholat Subuh)
1. Ayat Kursi — 1 kali
Arab: اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِندَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
Latin: Allahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuum. Laa ta'khudzuhuu sinatuw walaa naum. Lahuu maa fissamaawaati wa maa fil ardh. Man dzal ladzii yasyfa'u 'indahuu illaa bi idznih. Ya'lamu maa baina aidiihim wa maa khalfahum. Wa laa yuhiithuuna bisyai'im min 'ilmihii illaa bimaa syaa'. Wasi'a kursiyyuhus samaawaati wal ardh. Wa laa ya'uuduhuu hifzhuhumaa. Wa huwal 'aliyyul 'azhiim.
Terjemahan: "Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Mahahidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda kantuk dan tidak tidur. Milik-Nya-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa seizin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah Yang Mahatinggi lagi Mahaagung." (QS. Al-Baqarah: 255)
Keutamaan: Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu: Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa membaca Ayat Kursi setiap pagi, ia akan senantiasa berada dalam perlindungan Allah hingga sore hari." (HR. Hakim, Jilid 1, hal. 562 — Shahih)
Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Ibnu Katsir (Jilid 1, hal. 662) menyebut Ayat Kursi sebagai ayat teragung dalam Al-Qur'an karena mengandung sifat-sifat keagungan Allah yang paling lengkap.
2. Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas — 3 kali
Keutamaan: Dari Abdullah bin Khubayb radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda: "Bacalah Qul huwallahu ahad dan Al-Mu'awwidzatain (Al-Falaq dan An-Nas) setiap pagi dan petang tiga kali, maka itu cukup bagimu dari segala sesuatu." (HR. Abu Dawud No. 5082, Tirmidzi No. 3575 — Hasan Shahih)
3. Doa Pagi — 1 kali
Arab: أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ. رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوْءِ الْكِبَرِ. رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ
Latin: Ashbahnaa wa ashbahal mulku lillaah, walhamdulillaah, laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'alaa kulli syai'in qadiir. Rabbi as'aluka khaira maa fii hadzal yaumi wa khaira maa ba'dahu, wa a'uudzubika min syarri maa fii hadzal yaumi wa syarri maa ba'dahu. Rabbi a'uudzubika minal kasali wa suu'il kibari. Rabbi a'uudzubika min 'adzaabin fin naari wa 'adzaabin fil qabri.
Terjemahan: "Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah. Segala puji hanya bagi Allah. Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya seluruh kerajaan dan milik-Nya segala pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Tuhanku, aku memohon kepada-Mu kebaikan hari ini dan kebaikan hari sesudahnya, dan aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan hari ini dan kejahatan hari sesudahnya. Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan masa tua. Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari azab neraka dan azab kubur." (HR. Muslim No. 2723 — Shahih)
4. Sayyidul Istighfar — 1 kali
Arab: اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ
Latin: Allahumma anta rabbii laa ilaaha illaa anta, khalaqtanii wa ana 'abduka, wa ana 'alaa 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu, a'uudzubika min syarri maa shana'tu, abuu-u laka bini'matika 'alayya, wa abuu-u bidzanbii faghfirlii fa innahu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta.
Terjemahan: "Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan selain Engkau. Engkau yang menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku berada di atas perjanjian dan janji-Mu semampu yang aku bisa. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku. Aku mengakui nikmat-Mu atas diriku dan aku mengakui dosaku, maka ampunilah aku, karena sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau." (HR. Bukhari No. 6306 — Shahih)
Keutamaan: Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa yang mengucapkan Sayyidul Istighfar ini di siang hari dengan penuh keyakinan, lalu meninggal pada hari itu sebelum sore — maka ia termasuk ahli surga. Dan barangsiapa mengucapkannya di malam hari dengan penuh keyakinan, lalu meninggal sebelum pagi — maka ia termasuk ahli surga." (HR. Bukhari No. 6306)
Imam Ibnu Baz rahimahullah dalam Majmu' Fatawa (Jilid 26, hal. 346) berkata:
"Sayyidul Istighfar adalah penghulu seluruh doa istighfar karena mencakup pengakuan akan rububiyyah Allah, penghambaan diri, pengakuan atas perjanjian, pengakuan atas nikmat, dan pengakuan atas dosa — semua unsur taubat yang sempurna ada di dalamnya."
5. Doa Perlindungan — 3 kali
Arab: بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Latin: Bismillaahilladzi laa yadhurru ma'asmihi syai'un fil ardhi wa laa fis samaa'i wa huwas samii'ul 'aliim.
Terjemahan: "Dengan nama Allah yang tidak ada sesuatu pun di bumi dan di langit yang dapat memberi bahaya bersama nama-Nya, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (HR. Abu Dawud No. 5088, Tirmidzi No. 3388 — Shahih)
Kisah Nyata: Diriwayatkan bahwa Aban bin Utsman radhiyallahu 'anhu pernah terkena stroke (lumpuh separuh badan). Ketika seseorang yang duduk bersamanya melihatnya dalam keadaan demikian, Aban berkata: "Apa yang kamu lihat padaku? Demi Allah, aku tidak akan berkata dusta atas nama ayahku. Sesungguhnya ayahku (Utsman bin Affan) menceritakan bahwa ia mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: 'Barangsiapa yang membaca doa ini tiga kali di pagi dan petang, tidak ada sesuatupun yang dapat membahayakannya.' Namun hari ini aku lupa membacanya, maka takdir Allah pun berlaku." (HR. Abu Dawud — Shahih, disebutkan dalam Syarh Riyadhis Shalihin, Ibnu Utsaimin, Jilid 5, hal. 197)
6. Tasbih, Tahmid, Tahlil, Takbir — 100 kali
Bacaan:
سُبْحَانَ اللهِ — Subhanallah (33x) اَلْحَمْدُ لِلَّهِ — Alhamdulillah (33x) اَللهُ أَكْبَرُ — Allahu Akbar (33x) لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ — (1x)
Keutamaan: Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa yang mengucapkan: 'Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'alaa kulli syai'in qadiir' sebanyak seratus kali dalam sehari, maka baginya pahala seperti memerdekakan sepuluh budak, ditulis baginya seratus kebaikan, dihapus darinya seratus kejelekan, dan ia mendapat perlindungan dari setan pada hari itu hingga sore hari." (HR. Bukhari No. 3293, Muslim No. 2691 — Shahih)
Kumpulan Zikir Petang
(Dibaca setelah Sholat Ashar)
1. Doa Petang — 1 kali
Arab: أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِيْ هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهَا، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْ هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا
Latin: Amsaynaa wa amsal mulku lillaah, walhamdulillaah, laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'alaa kulli syai'in qadiir. Rabbi as'aluka khaira maa fii hadzihil lailati wa khaira maa ba'dahaa, wa a'uudzubika min syarri maa fii hadzihil lailati wa syarri maa ba'dahaa.
Terjemahan: "Kami telah memasuki waktu petang dan kerajaan hanya milik Allah. Segala puji hanya bagi Allah. Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya seluruh kerajaan dan milik-Nya segala pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Tuhanku, aku memohon kepada-Mu kebaikan malam ini dan kebaikan sesudahnya, dan aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan malam ini dan kejahatan sesudahnya." (HR. Muslim No. 2723 — Shahih)
2. Doa Perlindungan Petang — 3 kali
Arab: أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
Latin: A'uudzubi kalimatilaahit taammaati min syarri maa khalaq.
Terjemahan: "Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan semua makhluk yang Dia ciptakan." (HR. Muslim No. 2709 — Shahih)
Kisah Terkait: Dari Khawlah binti Hakim As-Sulamiyyah radhiyallahu 'anha: Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa yang singgah di suatu tempat lalu mengucapkan doa ini, maka tidak ada sesuatupun yang dapat membahayakannya sampai ia meninggalkan tempat itu." (HR. Muslim No. 2709)
Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar (hal. 67) berkata:
"Hadits ini menunjukkan bahwa doa ini dibaca ketika singgah di suatu tempat, dan boleh pula dibaca secara umum setiap petang sebagai perlindungan."
3. Istighfar — 100 kali
Arab: أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
Latin: Astaghfirullaaha wa atuubu ilaih.
Terjemahan: "Aku memohon ampun kepada Allah dan aku bertaubat kepada-Nya."
Keutamaan: Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu: Rasulullah ﷺ bersabda: "Demi Allah, sesungguhnya aku memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya lebih dari tujuh puluh kali dalam sehari." (HR. Bukhari No. 6307 — Shahih)
Faedah dan Hikmah Zikir Pagi Petang
1. Perlindungan Sepanjang Hari
Zikir pagi petang adalah tameng yang Allah sediakan untuk melindungi hamba-Nya dari gangguan setan, penyakit, dan berbagai keburukan. Imam Ibnul Qayyim dalam Zaadul Ma'ad (Jilid 2, hal. 338) menyebutkan:
"Zikir-zikir ini adalah senjata, dan kekuatan senjata tergantung pada ketajaman dan kekuatan penggunanya."
2. Ketenangan Jiwa
Allah berfirman: أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ "Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." (QS. Ar-Ra'd: 28)
3. Pahala yang Berlipat Ganda
Waktu pagi dan petang adalah waktu yang diberkahi. Amal yang dikerjakan di dua waktu ini mendapat perhatian khusus dari Allah — para malaikat siang dan malam bergantian di waktu-waktu ini. (HR. Bukhari No. 555, Muslim No. 632)
4. Menghapus Dosa
Istighfar dan tasbih yang dibaca secara rutin setiap pagi petang akan menghapus dosa-dosa kecil yang tanpa kita sadari terus bertumpuk setiap harinya.
Peringatan dari Hadits Lemah dan Palsu
Terdapat beberapa doa yang beredar di masyarakat dan diklaim sebagai zikir pagi petang, namun tidak memiliki dasar yang shahih, di antaranya:
- Doa panjang yang mengklaim membaca sekali akan mendapat pahala ribuan kali sholat — tidak ditemukan sanadnya yang shahih.
- Beberapa versi doa yang ditambah-tambah melebihi yang diajarkan Rasulullah ﷺ.
Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam Silsilah Ahadits Dhaifah mengingatkan:
"Beramallah dengan yang shahih, karena yang shahih saja sudah lebih dari cukup bagi seorang mukmin."
Tips Mengamalkan Zikir Pagi Petang
- Jangan ditinggalkan meski sibuk — cukup 10-15 menit setelah Subuh dan Ashar
- Gunakan tasbih atau hitung dengan jari — Rasulullah ﷺ menghitung dengan jari tangan kanan (HR. Abu Dawud — Shahih)
- Baca dengan memahami makna — agar zikir tidak sekadar di lisan tapi juga di hati
- Konsisten setiap hari — amal yang sedikit tapi rutin lebih dicintai Allah daripada yang banyak tapi terputus (HR. Bukhari)
- Ajarkan kepada keluarga — ajak pasangan dan anak-anak untuk berzikir bersama
Daftar Kitab Rujukan
- Al-Wabilush Shayyib — Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah
- Al-Adzkar — Imam An-Nawawi
- Hisnul Muslim — Syaikh Sa'id bin Ali bin Wahf Al-Qahtani
- Zaadul Ma'ad — Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah, Jilid 2
- Tafsir Ibnu Katsir — Imam Ibnu Katsir, Jilid 1, 3, 6
- Tafsir Al-Qurthubi — Imam Al-Qurthubi, Jilid 7, 17
- Taisir Karimir Rahman — Syaikh Abdurrahman As-Sa'di
- Majmu' Fatawa Ibnu Baz — Imam Abdul Aziz bin Baz, Jilid 26
- Syarhul Mumti' — Syaikh Ibnu Utsaimin, Jilid 4
- Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim — Imam An-Nawawi, Jilid 17
- Shahih Bukhari — Imam Al-Bukhari
- Shahih Muslim — Imam Muslim
- Sunan Abu Dawud — Imam Abu Dawud
- Sunan Tirmidzi — Imam At-Tirmidzi
- Silsilah Ahadits Dhaifah — Syaikh Al-Albani
- Al-Mufradat fi Gharibil Qur'an — Imam Al-Raghib Al-Asfahani
Penutup
Zikir pagi dan petang adalah hadiah terindah yang Rasulullah ﷺ wariskan kepada umatnya — amalan ringan yang membawa ketenangan jiwa, perlindungan ilahi, dan pahala yang tak terhitung.
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menutup pembahasan zikir pagi petang dalam Al-Wabilush Shayyib (hal. 210) dengan kalimat yang indah:
"Barangsiapa yang membiasakan dirinya dengan zikir pagi dan petang, ia telah membangun benteng yang kokoh di antara dirinya dan semua keburukan dunia. Dan setiap kali ia luput dari zikir itu, maka retak pula satu bagian dari bentengnya."
Semoga Allah memudahkan kita semua untuk senantiasa mengamalkan zikir pagi dan petang dengan istiqomah hingga akhir hayat kita.
آمِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ
Ditulis oleh: Ashabussalam Blog: ashabussalam.online Kategori/Label: Zikir & Wirid Tag: Zikir Pagi, Zikir Petang, Dzikir Pagi Petang, Amalan Pagi, Amalan Petang, Hisnul Muslim
Apabila terdapat kekeliruan dalam artikel ini, kami dengan terbuka menerima koreksi. Semoga menjadi amal jariyah bagi penulis dan seluruh pembaca. Barakallahu fiikum.

Komentar
Posting Komentar