Puasa Sunnah: Panduan Lengkap, Keutamaan, Dalil, dan Jadwal

 


Puasa Sunnah: Panduan Lengkap, Keutamaan, Dalil, dan Jadwal — Dari Senin-Kamis hingga Puasa Daud

Oleh: Ashabussalam.Online Label: Fiqih & Ibadah Referensi: Al-Qur'an, Hadits Shahih, Kitab-kitab Ulama Muktabar


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ


Pendahuluan

Puasa Ramadan adalah kewajiban. Namun Islam tidak berhenti di sana — Allah membuka pintu pahala yang jauh lebih lebar melalui puasa-puasa sunnah yang Rasulullah ﷺ ajarkan dan amalkan sepanjang hidupnya.

Allah berfirman dalam Hadits Qudsi:

وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ

"Dan hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya." (HR. Bukhari No. 6502 — Shahih)

Imam Ibnul Qayyim dalam Zaadul Ma'ad (Jilid 2, hal. 78) berkata:

"Puasa sunnah adalah perisai jiwa, penjaga kesehatan ruhani, dan jalan terpendek menuju kedekatan dengan Allah setelah puasa wajib. Rasulullah ﷺ tidak pernah meninggalkan puasa sunnah utama kecuali karena udzur yang dibenarkan syariat."


Keutamaan Puasa dalam Al-Qur'an dan Hadits

Dalil Al-Qur'an

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

"Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS. Al-Baqarah: 183)

Tafsir Ulama: Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Ibnu Katsir (Jilid 1, hal. 499):

"Tujuan akhir puasa adalah takwa — dan takwa adalah puncak dari seluruh ibadah. Ini menunjukkan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi latihan menahan seluruh nafsu jiwa dari hal-hal yang dilarang Allah."

Dalil Hadits — Pahala Puasa Tanpa Batas

Rasulullah ﷺ bersabda dalam Hadits Qudsi, Allah berfirman:

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصِّيَامَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ

"Setiap amalan anak Adam adalah untuknya kecuali puasa — sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya." (HR. Bukhari No. 1904, Muslim No. 1151 — Shahih)

Penjelasan Ulama: Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (Jilid 8, hal. 22):

"Makna 'puasa adalah untuk-Ku' menurut ulama adalah karena puasa adalah ibadah yang paling jauh dari riya (pamer). Seseorang bisa pamer dalam sholat, sedekah, dan ibadah lainnya — namun puasa sangat sulit dipamerkan karena tidak ada yang bisa melihatnya kecuali Allah."


Macam-Macam Puasa Sunnah


1. 📅 Puasa Senin dan Kamis

Dalil:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: تُعْرَضُ الأَعْمَالُ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَالخَمِيسِ، فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda: "Amal-amal manusia diperlihatkan (kepada Allah) pada hari Senin dan Kamis, maka aku ingin amalku diperlihatkan saat aku dalam keadaan berpuasa." (HR. Tirmidzi No. 747 — Hasan Shahih)

Dalil Kedua:

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يَتَحَرَّى صِيَامَ الاِثْنَيْنِ وَالخَمِيسِ

Dari Aisyah radhiyallahu 'anha, ia berkata: "Nabi ﷺ senantiasa memilih untuk berpuasa pada hari Senin dan Kamis." (HR. Tirmidzi No. 745, Ibnu Majah No. 1739 — Hasan Shahih)

Asbabul Wurud: Imam Tirmidzi dalam Sunannya (Jilid 3, hal. 122) menyebutkan bahwa alasan Rasulullah ﷺ memilih dua hari ini disebutkan langsung dalam hadits — karena pada dua hari itulah amal manusia diangkat dan diperlihatkan kepada Allah. Maka Rasulullah ﷺ ingin amalnya diperlihatkan dalam kondisi terbaik — yaitu saat berpuasa.

Niat Puasa Senin Kamis:

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الإِثْنَيْنِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى Nawaytu shauma yawmil itsnaini sunnatan lillaahi ta'aalaa "Aku niat puasa sunnah hari Senin karena Allah Ta'ala."

(Ganti "itsnaini" dengan "khamiisi" untuk hari Kamis)


2. 🌙 Puasa Ayyamul Bidh — Tiga Hari Pertengahan Bulan

Pengertian: Ayyamul Bidh (hari-hari putih) adalah puasa pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriyah — dinamakan demikian karena pada malam-malam tersebut bulan bersinar penuh (purnama).

Dalil:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: أَوْصَانِي خَلِيلِي بِثَلاَثٍ لاَ أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ: صَوْمِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ، وَصَلاَةِ الضُّحَى، وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: "Kekasihku (Rasulullah ﷺ) mewasiatkan kepadaku tiga hal yang tidak akan aku tinggalkan sampai aku mati: puasa tiga hari setiap bulan, sholat Dhuha, dan tidur dalam keadaan sudah witir." (HR. Bukhari No. 1178, Muslim No. 721 — Shahih)

Dalil Kedua:

عَنْ أَبِي ذَرٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: يَا أَبَا ذَرٍّ، إِذَا صُمْتَ مِنَ الشَّهْرِ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ فَصُمْ ثَلاَثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ

Dari Abu Dzar radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda: "Wahai Abu Dzar, jika kamu ingin berpuasa tiga hari dalam sebulan, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15." (HR. Tirmidzi No. 761, An-Nasa'i — Hasan)

Keutamaan: Rasulullah ﷺ bersabda: "Puasa tiga hari setiap bulan adalah seperti puasa sepanjang masa." (HR. Bukhari No. 1979, Muslim No. 1159 — Shahih)

Penjelasan: Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (Jilid 8, hal. 35):

"Satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipat. Puasa tiga hari dibalas 30 hari (sebulan penuh). Maka puasa tiga hari setiap bulan selama setahun setara dengan puasa sepanjang tahun — karena 12 bulan × 30 hari = 360 hari yang merupakan satu tahun penuh."


3. 🌟 Puasa Enam Hari Bulan Syawal

Dalil:

عَنْ أَبِي أَيُّوبَ الأَنْصَارِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

Dari Abu Ayyub Al-Anshari radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa yang berpuasa Ramadan kemudian mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang masa." (HR. Muslim No. 1164 — Shahih)

Cara Mengamalkan: Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu' (Jilid 6, hal. 379):

"Puasa enam hari Syawal boleh dilakukan secara berturut-turut maupun tidak berturut-turut. Yang penting dilakukan dalam bulan Syawal setelah Idul Fitri. Tidak ada hari yang lebih utama dari hari yang lain dalam bulan ini untuk puasa Syawal."

Syarat: Harus menyelesaikan qadha Ramadan terlebih dahulu jika ada yang tertinggal — berdasarkan pendapat jumhur ulama.


4. 🏔️ Puasa Hari Arafah — 9 Dzulhijjah

Dalil:

عَنْ أَبِي قَتَادَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ سُئِلَ عَنْ صِيَامِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ: يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ

Dari Abu Qatadah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ ditanya tentang puasa hari Arafah, beliau menjawab: "Ia menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang." (HR. Muslim No. 1162 — Shahih)

Catatan Penting: Puasa Arafah hanya dianjurkan bagi yang tidak sedang berhaji. Bagi yang sedang wukuf di Arafah, tidak dianjurkan berpuasa agar kuat untuk beribadah. (Al-Mughni, Ibnu Qudamah, Jilid 3, hal. 52)


5. ⚡ Puasa Asyura — 10 Muharram

Dalil:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ صَامَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, bahwa Rasulullah ﷺ berpuasa pada hari Asyura dan memerintahkan untuk berpuasa pada hari itu. (HR. Bukhari No. 2004, Muslim No. 1130 — Shahih)

Keutamaan: Rasulullah ﷺ bersabda: "Puasa hari Asyura — aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun yang lalu." (HR. Muslim No. 1162 — Shahih)

Asbabul Wurud: Imam Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah wan Nihayah (Jilid 2, hal. 142) menyebutkan: Ketika Rasulullah ﷺ tiba di Madinah, beliau mendapati orang-orang Yahudi berpuasa pada hari Asyura. Ketika ditanya, mereka menjawab: "Ini hari Allah menyelamatkan Musa dan menenggelamkan Fir'aun, maka Musa berpuasa sebagai rasa syukur."

Rasulullah ﷺ bersabda: "Kami lebih berhak atas Musa daripada kalian." Maka beliau pun berpuasa dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa.

Sunnah Menambah Puasa Tasu'a (9 Muharram): Rasulullah ﷺ bersabda: "Jika aku masih hidup tahun depan, aku pasti akan berpuasa juga pada tanggal sembilan." (HR. Muslim No. 1134 — Shahih)

Ini untuk membedakan puasa umat Islam dengan puasa orang Yahudi.


6. ⭐ Puasa Daud — Puasa Paling Utama

Dalil:

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: أَحَبُّ الصَّلاَةِ إِلَى اللهِ صَلاَةُ دَاوُدَ وَأَحَبُّ الصِّيَامِ إِلَى اللهِ صِيَامُ دَاوُدَ، كَانَ يَنَامُ نِصْفَ اللَّيْلِ وَيَقُومُ ثُلُثَهُ وَيَنَامُ سُدُسَهُ، وَكَانَ يَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمًا

Dari Abdullah bin Amru radhiyallahu 'anhuma, Rasulullah ﷺ bersabda: "Sholat yang paling dicintai Allah adalah sholat Daud, dan puasa yang paling dicintai Allah adalah puasa Daud. Ia tidur setengah malam, bangun sepertiganya, dan tidur lagi sepernamnya. Ia berpuasa sehari dan berbuka sehari." (HR. Bukhari No. 1131, Muslim No. 1159 — Shahih)

Cara Mengamalkan: Puasa Daud adalah puasa selang-seling — sehari puasa, sehari tidak, sehari puasa, sehari tidak — demikian seterusnya.

Mengapa Paling Utama? Imam Ibnul Qayyim dalam Zaadul Ma'ad (Jilid 2, hal. 81):

"Puasa Daud adalah yang paling utama karena ia mengandung keseimbangan sempurna — tidak menyiksa jiwa dengan berpuasa terus-menerus, namun juga tidak lalai dengan berbuka terus-menerus. Ia adalah puasa yang bisa dijaga seumur hidup tanpa memberatkan."


7. 🌿 Puasa 10 Hari Pertama Dzulhijjah

Dalil:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ يَعْنِي أَيَّامَ الْعَشْرِ

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, Rasulullah ﷺ bersabda: "Tidak ada hari-hari yang amal shalih di dalamnya lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini — yaitu sepuluh hari (pertama Dzulhijjah)." (HR. Bukhari No. 969 — Shahih)

Catatan: Puasa dilakukan pada tanggal 1-9 Dzulhijjah. Tanggal 10 adalah Idul Adha yang haram untuk berpuasa.


Hari-Hari yang Dilarang Berpuasa

Imam Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni (Jilid 3, hal. 55) menyebutkan:

Hari Status Dalil
Idul Fitri (1 Syawal) Haram HR. Bukhari No. 1990
Idul Adha (10 Dzulhijjah) Haram HR. Muslim No. 1137
Hari Tasyriq (11-13 Dzulhijjah) Haram HR. Muslim No. 1141
Hari Jumat saja Makruh HR. Bukhari No. 1985
Hari Sabtu saja Makruh HR. Abu Dawud No. 2421

Niat Puasa Sunnah

Catatan Penting: Berbeda dengan puasa Ramadan, niat puasa sunnah boleh dilakukan di siang hari (sebelum zawal/Dzuhur) selama belum makan, minum, atau melakukan hal yang membatalkan puasa.

Rasulullah ﷺ pernah masuk ke rumah Aisyah dan bertanya: "Apakah ada makanan?" Ketika dijawab tidak ada, beliau bersabda: "Kalau begitu aku puasa." (HR. Muslim No. 1154 — Shahih)


Kisah Inspiratif: Abdullah bin Amru dan Puasanya

Imam Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah wan Nihayah (Jilid 8, hal. 103) meriwayatkan:

Abdullah bin Amru bin Al-Ash radhiyallahu 'anhu adalah sahabat yang sangat bersemangat dalam ibadah. Di masa mudanya, ia berpuasa setiap hari tanpa henti. Ketika hal ini sampai kepada Rasulullah ﷺ, beliau memanggilnya dan bertanya:

"Benarkah kamu berpuasa setiap hari dan sholat malam sepanjang malam?"

"Benar, ya Rasulullah," jawab Abdullah.

Rasulullah ﷺ bersabda dengan penuh kasih sayang: "Jangan lakukan itu. Berpuasa dan berbukalah. Sholat dan tidurlah. Sesungguhnya badanmu punya hak atasmu, matamu punya hak atasmu, dan istrimu punya hak atasmu."

Kemudian Rasulullah ﷺ mengajarkan Puasa Daud kepadanya — puasa selang-seling — dan bersabda: "Puasa yang paling dicintai Allah adalah puasa Daud, dan sholat yang paling dicintai Allah adalah sholat Daud."

Abdullah bin Amru berkata di hari tuanya:

"Aku menyesal tidak mengikuti keringanan yang diberikan Rasulullah ﷺ. Sekarang aku sudah tua dan lemah, namun aku sudah terlanjur berkomitmen."

(HR. Bukhari No. 1131, Muslim No. 1159 — Shahih)

Hikmah: Islam adalah agama keseimbangan. Ibadah yang terbaik bukan yang paling banyak dan paling berat, tetapi yang paling konsisten dan berkelanjutan meskipun sedikit.


Panduan Praktis Puasa Sunnah

Jadwal Rekomendasi Per Bulan:

Tanggal Hijriyah Puasa
1-9 Dzulhijjah Puasa 10 hari awal (bila mampu)
9 Dzulhijjah Puasa Arafah (sangat dianjurkan)
10 Muharram Puasa Asyura + 9 Muharram
13, 14, 15 setiap bulan Ayyamul Bidh
Setiap Senin & Kamis Puasa Senin Kamis
Syawal (setelah Idul Fitri) Enam hari Syawal
Selang-seling Puasa Daud (bila kuat)

Penutup

Puasa sunnah adalah jalan para kekasih Allah — jalan yang membuka pintu kedekatan dengan-Nya, menghapus dosa-dosa, dan mengangkat derajat di sisi-Nya.

Rasulullah ﷺ bersabda:

الصِّيَامُ جُنَّةٌ

"Puasa adalah perisai." (HR. Bukhari No. 1894, Muslim No. 1151 — Shahih)

Perisai dari dosa, perisai dari api neraka, dan perisai dari godaan nafsu yang selalu berusaha menjauhkan kita dari Allah.

Semoga Allah memudahkan kita untuk istiqomah mengamalkan puasa-puasa sunnah ini dan menjadikannya jalan menuju ridha dan cinta-Nya.

آمِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ 🤲


Daftar Kitab Rujukan

  1. Zaadul Ma'ad — Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah, Jilid 2
  2. Al-Majmu' Syarhul Muhadzdzab — Imam An-Nawawi, Jilid 6
  3. Syarh Shahih Muslim — Imam An-Nawawi, Jilid 8
  4. Al-Adzkar — Imam An-Nawawi
  5. Al-Mughni — Imam Ibnu Qudamah, Jilid 3
  6. Al-Bidayah wan Nihayah — Imam Ibnu Katsir, Jilid 2 & 8
  7. Tafsir Ibnu Katsir — Imam Ibnu Katsir, Jilid 1
  8. Shahih Bukhari — Imam Al-Bukhari
  9. Shahih Muslim — Imam Muslim
  10. Sunan Tirmidzi — Imam At-Tirmidzi
  11. Sunan An-Nasa'i — Imam An-Nasa'i
  12. Sunan Abu Dawud — Imam Abu Dawud
  13. Sunan Ibnu Majah — Imam Ibnu Majah

Ditulis oleh: Ashabussalam Blog: ashabussalam.online Label: Fiqih & Ibadah Tag: Puasa Sunnah, Puasa Senin Kamis, Puasa Daud, Puasa Arafah, Puasa Asyura, Ayyamul Bidh, Puasa Syawal

Apabila terdapat kekeliruan, kami terbuka untuk koreksi. Semoga menjadi amal jariyah. Barakallahu fiikum.

Komentar