Mengenal Allah: Dasar Akidah Islam yang Wajib
Diketahui Setiap Muslim
Kategori: Akidah & Tauhid
Pernahkah Anda bertanya: Siapa sebenarnya Allah itu? Apa
yang harus kita yakini tentang-Nya? Pertanyaan ini bukan sekadar pertanyaan
filsafat, melainkan fondasi utama kehidupan seorang Muslim. Akidah yang benar
adalah seperti pondasi rumah — jika kuat, seluruh bangunan ibadah kita akan
kokoh.
Artikel ini akan membahas dasar-dasar mengenal Allah dengan
bahasa yang mudah dipahami, lengkap dengan dalil dari Al-Qur'an dan hadis.
Apa Itu Akidah?
Akidah (bahasa Arab: عَقِيدَة) berasal dari kata 'aqada
yang berarti mengikat. Secara istilah, akidah adalah keyakinan yang tertanam
kuat dalam hati seseorang. Dalam Islam, akidah merujuk pada keyakinan pokok
tentang Allah, malaikat, kitab-kitab, para rasul, hari kiamat, serta takdir
baik dan buruk.
Dalil Tentang Mengenal Allah (Ma'rifatullah)
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ﴿١﴾ اللَّهُ
الصَّمَدُ ﴿٢﴾ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ﴿٣﴾ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ
﴿٤﴾
Qul
huwallāhu aḥad. Allāhu ṣ-ṣamad. Lam yalid wa lam yūlad. Wa lam yakul lahū
kufuwan aḥad.
"Katakanlah (Muhammad), 'Dialah Allah, Yang Maha
Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. (Allah) tidak beranak dan tidak pula
diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.'"
📌
Sumber: QS. Al-Ikhlas: 1-4
Surah Al-Ikhlas ini sangat ringkas namun padat makna. Ulama
menyebutnya setara dengan sepertiga Al-Qur'an karena mencakup tema Tauhid
(keesaan Allah) secara menyeluruh.
Sifat-Sifat Allah yang Wajib Diketahui
Para ulama merumuskan 20 sifat wajib bagi Allah yang
dikenal dengan nama Sifat Dua Puluh. Di antara yang paling mendasar adalah:
1. Wujud (ada) — Allah pasti ada, tidak mungkin tidak ada.
2. Qidam (terdahulu) — Allah tidak berawal, ada sebelum
segala sesuatu.
3. Baqa' (kekal) — Allah tidak berakhir dan tidak akan
musnah.
4. Mukhalafatu lil hawadits — Allah berbeda dari semua
makhluk-Nya.
5. Qiyamuhu binafsihi — Allah berdiri sendiri, tidak butuh
siapapun.
6. Wahdaniyah — Allah Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya.
Kisah: Seorang Badui yang Menemukan Allah
Dikisahkan, ada seorang Badui yang ditanya: 'Bagaimana kamu
bisa tahu bahwa Allah itu ada?' Ia menjawab dengan sederhana: 'Kotoran unta
menunjukkan adanya unta. Jejak kaki menunjukkan ada yang berjalan. Langit
dengan bintang-bintangnya, bumi dengan lembah-lembahnya, lautan dengan ombaknya
— tidakkah semua ini menunjukkan adanya Sang Pencipta Yang Maha Halus lagi Maha
Mengetahui?'
Kisah ini menggambarkan bahwa mengenal Allah bisa dimulai
dari merenungkan alam semesta. Allah sendiri berfirman:
إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ
وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِّأُولِي الْأَلْبَابِ
Inna
fī khalqi s-samāwāti wal-arḍi wakhtilaāfi l-layli wan-nahāri la'āyātin li'ūlī
l-albāb.
"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan
pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang
yang berakal."
📌
Sumber: QS. Ali 'Imran: 190
Mengapa Akidah yang Benar Sangat Penting?
Rasulullah ﷺ bersabda:
أَلَا وَإِنَّ فِي الجَسَدِ مُضْغَةً،
إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الجَسَدُ كُلُّهُ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الجَسَدُ
كُلُّهُ، أَلَا وَهِيَ القَلْبُ
Alā
wa inna fil jasadi muḍghah, idzā ṣalaḥat ṣalaḥal jasadu kulluh, wa idzā fasadat
fasadal jasadu kulluh, alā wa hiyal qalb.
"Ketahuilah, sesungguhnya dalam tubuh ada segumpal
daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh tubuh. Jika ia rusak, maka rusaklah
seluruh tubuh. Ketahuilah, itu adalah hati."
📌
Sumber: HR. Bukhari no. 52, Muslim no. 1599
Hati yang dipenuhi akidah yang benar akan menghasilkan
ibadah yang tulus dan akhlak yang mulia. Itulah mengapa para ulama menjadikan
ilmu akidah sebagai ilmu yang pertama kali dipelajari.
Langkah Memperkuat Akidah
1. Perbanyak membaca Al-Qur'an dan memahami maknanya.
2. Pelajari asmaul husna (99 nama Allah) dan artinya.
3. Renungkan ciptaan Allah di sekitar kita.
4. Ikuti kajian akidah bersama ulama yang terpercaya.
5. Jauhi pemahaman yang menyimpang dari Al-Qur'an dan
Sunnah.
Referensi
• Al-Qur'an Al-Karim
• Sahih Bukhari dan Sahih Muslim
• Kitab 'Aqidatul Awam karya Syaikh Ahmad Al-Marzuqi
• Kitab Ummul Barahin (As-Sanusiyyah) karya Imam As-Sanusi
• Kitab Al-'Aqidah Al-Wasithiyyah karya Syaikhul Islam Ibnu
Taimiyah
• Kitab Syarh Ushul Al-Iman karya Syaikh Muhammad bin
Shalih Al-Utsaimin
Komentar
Posting Komentar