Doa Mustajab


 

Doa Mustajab: Waktu, Tempat, dan Syarat Dikabulkannya Doa dalam Islam

Oleh: Ashabussalam.Online Label: Doa Harian Referensi: Al-Qur'an, Hadits Shahih, Kitab-kitab Ulama Muktabar


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ


Pendahuluan

Pernahkah kamu berdoa dengan sungguh-sungguh, namun merasa doamu tidak dikabulkan?

Pernahkah kamu bertanya-tanya — apakah Allah mendengar doaku? Mengapa doaku belum terkabul?

Ketahuilah bahwa setiap doa yang dipanjatkan seorang Muslim pasti didengar Allah. Tidak satu pun doa yang sia-sia. Namun ada waktu-waktu tertentu, tempat-tempat tertentu, dan syarat-syarat tertentu yang menjadikan doa lebih mudah dikabulkan — inilah yang disebut doa mustajab.

Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah dalam Zaadul Ma'ad (Jilid 4, hal. 3) berkata:

"Doa adalah senjata yang paling ampuh bagi seorang mukmin. Namun seperti senjata, ia membutuhkan penggunanya yang terampil, kondisi yang tepat, dan tidak ada penghalang yang melemahkannya."

Artikel ini hadir untuk membimbing kamu menemukan waktu, tempat, dan cara berdoa yang paling mustajab — berdasarkan Al-Qur'an dan Hadits yang shahih.


Pengertian Doa Mustajab

Secara Bahasa

Mustajab (مُسْتَجَاب) berasal dari kata istajaba - yastajiibu yang berarti "yang dikabulkan" atau "yang direspons." Imam Al-Raghib Al-Asfahani dalam Al-Mufradat fi Gharibil Qur'an (hal. 193) menjelaskan:

"Al-ijabah adalah merespons permintaan dengan memberikan apa yang diminta, baik secara langsung maupun ditangguhkan."

Secara Istilah

Doa mustajab adalah doa yang dikabulkan Allah karena terpenuhinya syarat-syarat tertentu — baik dari sisi waktu, tempat, kondisi, maupun keadaan orang yang berdoa.


Dalil Keutamaan Berdoa

Dalil Al-Qur'an

Dalil 1 — Perintah Berdoa:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

"Dan Tuhanmu berfirman: Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina." (QS. Ghafir: 60)

Asbabun Nuzul: Imam Al-Qurthubi dalam Tafsir Al-Qurthubi (Jilid 15, hal. 318) menyebutkan bahwa ayat ini turun sebagai janji Allah yang pasti kepada seluruh hamba-Nya — bahwa Allah tidak pernah menolak doa kecuali ada hikmah di baliknya.

Tafsir Ulama: Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Ibnu Katsir (Jilid 7, hal. 138) menafsirkan:

"Ini adalah janji Allah yang pasti — barangsiapa yang berdoa kepada-Nya dengan penuh keyakinan, Allah pasti mengabulkannya. Dan Allah menyebut meninggalkan doa sebagai bentuk kesombongan, karena doa adalah inti dari ibadah."

Rasulullah ﷺ bersabda: "Doa adalah ibadah." Kemudian beliau membaca ayat ini. (HR. Tirmidzi No. 3372 — Shahih)


Dalil 2 — Allah Dekat dengan Hamba-Nya:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran." (QS. Al-Baqarah: 186)

Asbabun Nuzul: Imam As-Suyuthi dalam Lubabun Nuqul fi Asbabin Nuzul (hal. 29) menyebutkan: Ayat ini turun ketika seorang Arab badui bertanya kepada Rasulullah ﷺ: "Apakah Tuhan kita dekat sehingga kita berbisik kepada-Nya, ataukah jauh sehingga kita harus berteriak?" Maka turunlah ayat ini sebagai jawaban — Allah sangat dekat, lebih dekat dari urat nadi kita sendiri.

Tafsir Ulama: Syaikh As-Sa'di dalam Taisir Karimir Rahman (hal. 83) berkata:

"Ayat ini mengandung kabar gembira yang luar biasa — Allah sendiri yang menjamin untuk mengabulkan doa setiap hamba yang berdoa dengan tulus. Kedekatan Allah bukan kedekatan fisik, melainkan kedekatan ilmu, pengawasan, dan kasih sayang-Nya."


Tiga Jaminan Allah atas Doa

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ وَلَا قَطِيعَةُ رَحِمٍ إِلَّا أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلَاثٍ: إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ، وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ، وَإِمَّا أَنْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا

"Tidaklah seorang Muslim berdoa dengan doa yang tidak mengandung dosa dan tidak memutus silaturahmi, kecuali Allah pasti memberinya salah satu dari tiga hal: (1) doanya dikabulkan segera, (2) doanya disimpan untuknya di akhirat, atau (3) dijauhkan darinya keburukan yang semisal." (HR. Ahmad No. 11133, Al-Hakim — Shahih)

Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar (hal. 344) mengomentari hadits ini:

"Hadits ini adalah dasar pegangan setiap Muslim. Tidak ada doa yang sia-sia — semuanya pasti dibalas Allah dalam salah satu dari tiga bentuk ini. Maka jangan pernah berputus asa dari berdoa."


Waktu-Waktu Mustajab untuk Berdoa

1. 🌙 Sepertiga Malam Terakhir — Waktu Paling Mustajab

Rasulullah ﷺ bersabda:

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ، يَقُولُ: مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ؟ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ؟ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ؟

"Tuhan kita Tabaraka wa Ta'ala turun setiap malam ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Dia berfirman: Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku, akan Aku kabulkan. Barangsiapa yang meminta kepada-Ku, akan Aku beri. Barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku, akan Aku ampuni." (HR. Bukhari No. 1145, Muslim No. 758 — Shahih)

Keterangan Waktu: Sepertiga malam terakhir dimulai sekitar pukul 02.00-03.30 dini hari (tergantung waktu Subuh di daerahmu).

Pendapat Ulama: Imam Ibnu Baz dalam Majmu' Fatawa (Jilid 11, hal. 117):

"Ini adalah waktu yang paling agung untuk berdoa. Barangsiapa yang memanfaatkan waktu ini dengan sungguh-sungguh, ia tidak akan kecewa. Inilah rahasia orang-orang shalih yang doanya selalu dikabulkan."


2. 🕌 Antara Adzan dan Iqamah

Rasulullah ﷺ bersabda:

اَلدُّعَاءُ لَا يُرَدُّ بَيْنَ الْأَذَانِ وَالْإِقَامَةِ

"Doa yang dipanjatkan antara adzan dan iqamah tidak akan ditolak." (HR. Abu Dawud No. 521, Tirmidzi No. 212 — Hasan Shahih)

Faidah Praktis: Manfaatkan jeda antara adzan dan iqamah — biasanya 10-15 menit — untuk berdoa dengan sungguh-sungguh. Jangan habiskan waktu emas ini hanya untuk bermain HP.


3. 🌅 Setelah Sholat Fardhu

Rasulullah ﷺ ditanya: "Doa apa yang paling didengar Allah?" Beliau menjawab: "Di tengah malam terakhir dan setelah sholat-sholat fardhu." (HR. Tirmidzi No. 3499 — Hasan)

Syaikh Ibnu Utsaimin dalam Syarhul Mumti' (Jilid 3, hal. 261):

"Setelah sholat fardhu adalah waktu yang diberkahi karena seorang hamba baru saja menyelesaikan komunikasinya dengan Allah melalui sholat — maka melanjutkan dengan doa adalah hal yang sangat tepat."


4. ⏰ Saat Sujud

Rasulullah ﷺ bersabda:

أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ، فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ

"Saat paling dekat seorang hamba dengan Tuhannya adalah ketika ia sujud. Maka perbanyaklah doa (saat sujud)." (HR. Muslim No. 482 — Shahih)

Penjelasan: Sujud adalah posisi paling merendahkan diri di hadapan Allah — dahi menyentuh bumi, kepala di bawah kaki. Di sinilah Allah paling dekat dengan hamba-Nya. Manfaatkan setiap sujud dalam sholat untuk berdoa dalam hati dengan bahasa apapun yang kamu fahami.


5. 🌤️ Hari Jumat — Waktu Mustajab Mingguan

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ فِي الْجُمُعَةِ لَسَاعَةً لَا يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي يَسْأَلُ اللَّهَ شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ

"Sesungguhnya pada hari Jumat terdapat satu waktu yang tidaklah seorang hamba Muslim berdoa kepada Allah bertepatan dengan waktu itu, kecuali Allah pasti memberinya apa yang ia minta." (HR. Bukhari No. 935, Muslim No. 852 — Shahih)

Kapan Waktu Mustajab di Hari Jumat? Para ulama berbeda pendapat. Pendapat terkuat ada dua:

Pendapat Pertama — Setelah Ashar hingga Maghrib: (Pendapat Imam Ahmad, dipilih oleh Imam Ibnu Qayyim dalam Zaadul Ma'ad, Jilid 1, hal. 389)

Pendapat Kedua — Saat imam duduk di antara dua khutbah: (Pendapat Imam Abu Dawud berdasarkan hadits Abu Musa Al-Asy'ari)

Pendapat Rajih: Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari (Jilid 2, hal. 489) mengatakan pendapat terkuat adalah setelah Ashar hingga Maghrib hari Jumat.


6. 🤲 Saat Berbuka Puasa

Rasulullah ﷺ bersabda:

ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ لَا تُرَدُّ: دَعْوَةُ الْوَالِدِ لِوَلَدِهِ، وَدَعْوَةُ الصَّائِمِ، وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ

"Tiga doa yang tidak ditolak: doa orang tua untuk anaknya, doa orang yang berpuasa, dan doa orang yang sedang bepergian." (HR. Abu Dawud No. 1536 — Hasan)


7. 🌧️ Saat Turun Hujan

Rasulullah ﷺ bersabda:

اُطْلُبُوا الدُّعَاءَ عِنْدَ الْتِقَاءِ الْجُيُوشِ وَإِقَامَةِ الصَّلَاةِ وَنُزُولِ الْغَيْثِ

"Carilah doa (yang mustajab) ketika pasukan bertemu (perang), ketika sholat didirikan, dan ketika hujan turun." (HR. Imam Syafi'i dalam Al-Umm — Hasan)


Tempat-Tempat Mustajab untuk Berdoa

1. 🕋 Di Multazam (Ka'bah)

Multazam adalah area antara Hajar Aswad dan pintu Ka'bah. Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu berkata: "Multazam adalah tempat yang mustajab untuk berdoa. Tidak ada seorangpun yang berdoa di sana kecuali doanya dikabulkan." (Diriwayatkan oleh Al-Azraqi dalam Akhbar Makkah, Jilid 1, hal. 373)

2. 🕌 Di Dalam Ka'bah

3. 🏔️ Di Padang Arafah (saat Haji)

4. 💧 Di Sisi Zamzam

5. 🕌 Di Raudhah (Masjid Nabawi)

Rasulullah ﷺ bersabda: "Antara rumahku dan mimbarku adalah salah satu taman surga." (HR. Bukhari No. 1196, Muslim No. 1391 — Shahih)


Syarat-Syarat Doa Mustajab

1. ✅ Ikhlas — Hanya untuk Allah

وَادْعُوهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ "Dan berdoalah kepada-Nya dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya." (QS. Al-A'raf: 29)

2. ✅ Yakin Doa Dikabulkan

Rasulullah ﷺ bersabda: "Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan. Ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai." (HR. Tirmidzi No. 3479 — Hasan)

3. ✅ Memakan Makanan yang Halal

Rasulullah ﷺ menyebutkan seseorang yang berdoa panjang dalam perjalanan, namun pakaiannya dari haram, makanannya dari haram — lalu beliau bersabda: "Bagaimana mungkin doanya dikabulkan?" (HR. Muslim No. 1015 — Shahih)

Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar (hal. 341):

"Ini adalah peringatan keras — makanan haram adalah penghalang utama terkabulnya doa."

4. ✅ Tidak Terburu-buru

Rasulullah ﷺ bersabda: "Akan dikabulkan doa salah seorang dari kalian selama ia tidak terburu-buru. Yaitu ia berkata: 'Aku sudah berdoa namun belum dikabulkan.'" (HR. Bukhari No. 6340, Muslim No. 2735 — Shahih)

5. ✅ Memulai dengan Pujian kepada Allah dan Sholawat

Rasulullah ﷺ bersabda: "Apabila salah seorang dari kalian berdoa, hendaklah ia memulai dengan memuji Allah dan menyanjung-Nya, kemudian membaca sholawat atas Nabi ﷺ, kemudian berdoa dengan apa yang ia inginkan." (HR. Abu Dawud No. 1481, Tirmidzi No. 3477 — Shahih)


Penghalang Terkabulnya Doa

Imam Ibnul Qayyim dalam Al-Jawabul Kafi (hal. 11-18) menyebutkan beberapa penghalang utama:

  1. Makanan dan minuman haram — penghalang terbesar
  2. Meninggalkan amar ma'ruf nahi mungkar
  3. Tidak berdoa dengan sungguh-sungguh — hati lalai saat berdoa
  4. Banyak dosa tanpa taubat
  5. Memutus silaturahmi
  6. Berdoa untuk hal yang haram atau memutus silaturahmi
  7. Terburu-buru mengharapkan hasil

Kisah-Kisah Doa yang Mustajab

Kisah 1: Doa Nabi Yunus AS di Perut Ikan

Allah berfirman:

وَذَا النُّونِ إِذ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَن لَّن نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَىٰ فِي الظُّلُمَاتِ أَن لَّا إِلَٰهَ إِلَّا أَنتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنتُ مِنَ الظَّالِمِينَ. فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ ۚ وَكَذَٰلِكَ نُنجِي الْمُؤْمِنِينَ

"Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya, maka dia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap: 'Tidak ada tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.' Maka Kami kabulkan doanya dan Kami selamatkan dia dari kedukaan. Dan demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman." (QS. Al-Anbiya: 87-88)

Hikmah: Nabi Yunus AS berdoa dari kegelapan tiga lapis — malam, lautan, dan perut ikan. Namun Allah mengabulkan doanya. Ini menunjukkan bahwa tidak ada situasi yang terlalu gelap untuk berdoa kepada Allah.

Doa Nabi Yunus ini — "Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minazh zhaalimiin" — dianjurkan dibaca dalam keadaan sempit dan gundah.

Rasulullah ﷺ bersabda: "Doa Dzun Nun ketika ia berdoa dalam perut ikan: Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minazh zhaalimiin — maka tidaklah seorang Muslim berdoa dengan doa itu dalam suatu urusan kecuali Allah mengabulkannya." (HR. Tirmidzi No. 3505 — Hasan)


Kisah 2: Doa Tiga Orang yang Terkurung di Gua

Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ menceritakan tiga orang yang tertutup batu besar di mulut gua. Tidak ada yang bisa mengeluarkan mereka kecuali Allah. Masing-masing berdoa dengan menyebut amal terbaik mereka:

Orang pertama berdoa dengan menyebut baktinya kepada orang tua. Orang kedua berdoa dengan menyebut kesucian dirinya dari zina meski ada kesempatan. Orang ketiga berdoa dengan menyebut amanahnya dalam menjaga hak pekerja.

Setiap kali seorang selesai berdoa, batu itu bergeser sedikit — hingga akhirnya mereka bisa keluar. (HR. Bukhari No. 2272, Muslim No. 2743 — Shahih)

Hikmah: Bertawassul kepada Allah dengan amal shalih yang ikhlas adalah salah satu cara doa yang paling mustajab.


Doa-Doa Mustajab dari Al-Qur'an

1. Doa Nabi Ibrahim AS — Memohon Keturunan Shalih

رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ

"Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang shalih." (QS. As-Shaffat: 100)

2. Doa Nabi Zakariya AS — Memohon Keturunan

رَبِّ لَا تَذَرْنِي فَرْدًا وَأَنتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَ

"Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah ahli waris yang terbaik." (QS. Al-Anbiya: 89)

3. Doa Memohon Kebaikan Dunia dan Akhirat

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

"Ya Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka." (QS. Al-Baqarah: 201)

Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Ibnu Katsir (Jilid 1, hal. 549):

"Doa ini adalah doa paling komprehensif karena mencakup seluruh kebaikan dunia dan akhirat sekaligus. Itulah mengapa Rasulullah ﷺ paling sering membaca doa ini."


Adab-Adab Berdoa

Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar (hal. 339-345) menyebutkan adab-adab berdoa:

  1. Memilih waktu dan tempat yang mustajab
  2. Menghadap kiblat
  3. Mengangkat kedua tangan
  4. Memulai dengan basmalah, tahmid, dan sholawat
  5. Berdoa dengan suara yang lirih
  6. Khusyuk dan hadir hatinya
  7. Merendahkan diri dan merasa butuh kepada Allah
  8. Berdoa dengan penuh harap dan rasa takut
  9. Mengulangi doa tiga kali
  10. Menutup dengan Aamiin

Penutup

Berdoa adalah bukti keimanan dan ketergantungan seorang hamba kepada Allah. Semakin sering kamu berdoa — semakin kamu mengakui bahwa tanpa Allah kamu bukan apa-apa, dan semakin Allah mencintaimu.

Imam Ibnul Qayyim menutup pembahasannya dalam Al-Jawabul Kafi (hal. 20) dengan indah:

"Doa yang tidak dikabulkan bukan berarti doa yang ditolak. Boleh jadi Allah menundanya karena menginginkan yang lebih baik untukmu — atau karena ia menjadi simpananmu yang paling indah di hari kiamat."

Maka jangan pernah berhenti berdoa, wahai hamba Allah.

لَا تَيْأَسُوا مِنْ رَوْحِ اللَّهِ

"Janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah." (QS. Yusuf: 87)


Daftar Kitab Rujukan

  1. Zaadul Ma'ad — Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah, Jilid 1 & 4
  2. Al-Jawabul Kafi — Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah
  3. Al-Adzkar — Imam An-Nawawi
  4. Tafsir Ibnu Katsir — Imam Ibnu Katsir, Jilid 1, 7
  5. Tafsir Al-Qurthubi — Imam Al-Qurthubi, Jilid 15
  6. Taisir Karimir Rahman — Syaikh Abdurrahman As-Sa'di
  7. Fathul Bari — Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani, Jilid 2
  8. Majmu' Fatawa — Imam Ibnu Baz, Jilid 11
  9. Syarhul Mumti' — Syaikh Ibnu Utsaimin, Jilid 3
  10. Al-Mufradat fi Gharibil Qur'an — Imam Al-Raghib Al-Asfahani
  11. Lubabun Nuqul fi Asbabin Nuzul — Imam As-Suyuthi
  12. Shahih Bukhari — Imam Al-Bukhari
  13. Shahih Muslim — Imam Muslim
  14. Sunan Abu Dawud — Imam Abu Dawud
  15. Sunan Tirmidzi — Imam At-Tirmidzi
  16. Musnad Ahmad — Imam Ahmad bin Hanbal
  17. Akhbar Makkah — Al-Azraqi, Jilid 1

Ditulis oleh: Ashabussalam Blog: ashabussalam.online Label: Doa Harian Tag: Doa Mustajab, Waktu Doa Dikabulkan, Tempat Doa Mustajab, Syarat Doa, Doa Quran

Apabila terdapat kekeliruan, kami terbuka untuk koreksi. Semoga menjadi amal jariyah. Barakallahu fiikum.

Komentar