10 Amalan Ringan Pahala Berlipat Ganda: Mudah Dikerjakan, Luar Biasa Pahalanya
Oleh: Ashabussalam.Online Label: Amalan Harian Referensi: Al-Qur'an, Hadits Shahih, Kitab-kitab Ulama Muktabar
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Pendahuluan
Salah satu bukti nyata kemurahan Allah yang tidak terbatas adalah bahwa Dia membuka pintu pahala yang sangat besar melalui amalan-amalan yang sangat mudah — amalan yang bisa dikerjakan oleh siapapun, kapanpun, dan di manapun tanpa syarat yang memberatkan.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ
"Dan Dia tidak menjadikan kesukaran untukmu dalam agama." (QS. Al-Hajj: 78)
Imam Ibnul Qayyim dalam Al-Wabilush Shayyib (hal. 58) berkata:
"Allah dalam kebijaksanaan dan kasih sayang-Nya menjadikan beberapa amalan ringan sebanding dengan amalan besar yang butuh tenaga, waktu, dan harta — agar tidak ada seorang mukmin pun yang beralasan tidak sempat beribadah. Karena bahkan dalam satu tarikan napas, ia bisa mengumpulkan pahala yang melampaui gunung."
Rasulullah ﷺ bersabda:
أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
"Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang paling rutin dikerjakan meskipun sedikit." (HR. Bukhari No. 6465, Muslim No. 783 — Shahih)
Berikut 10 amalan ringan yang Rasulullah ﷺ ajarkan — ringan dikerjakan, namun luar biasa pahalanya di sisi Allah.
Amalan 1: Membaca Laa Ilaaha Illallah 100 Kali
Teks Amalan
Arab: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Latin: Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'alaa kulli syai'in qadiir
Terjemahan: "Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya seluruh kerajaan dan milik-Nya segala pujian. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu."
Dibaca: 100 kali sehari
Dalil
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ كَانَتْ لَهُ عَدْلَ عَشْرِ رِقَابٍ وَكُتِبَتْ لَهُ مِائَةُ حَسَنَةٍ وَمُحِيَتْ عَنْهُ مِائَةُ سَيِّئَةٍ وَكَانَتْ لَهُ حِرْزًا مِنَ الشَّيْطَانِ يَوْمَهُ ذَلِكَ حَتَّى يُمْسِيَ
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa yang mengucapkan 'Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'alaa kulli syai'in qadiir' dalam sehari sebanyak 100 kali, maka baginya pahala seperti memerdekakan 10 budak, ditulis baginya 100 kebaikan, dihapus darinya 100 kejelekan, dan ia mendapat perlindungan dari setan pada hari itu hingga sore." (HR. Bukhari No. 3293, Muslim No. 2691 — Shahih)
Penjelasan Ulama
Syaikh Ibnu Utsaimin dalam Syarh Riyadhis Shalihin (Jilid 5, hal. 194):
"Tiga pahala sekaligus dalam satu amalan: pahala memerdekakan budak (amal besar di masa lalu), pahala kebaikan yang berlipat, dan perlindungan dari setan. Ini menunjukkan betapa tauhid adalah amalan yang paling besar nilainya di sisi Allah."
Waktu Terbaik
Pagi setelah Subuh dan petang setelah Ashar.
Amalan 2: Membaca Sholawat kepada Nabi ﷺ
Teks Amalan
Arab: اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ
Latin: Allahumma shalli 'alaa Muhammad wa 'alaa aali Muhammad
Terjemahan: "Ya Allah, limpahkanlah sholawat kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad."
Dalil Utama
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya." (QS. Al-Ahzab: 56)
Dalil Hadits
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: مَنْ صَلَّى عَلَيَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ عَشْرًا
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa yang bersholawat kepadaku sekali, maka Allah akan bersholawat (merahmati) kepadanya sepuluh kali." (HR. Muslim No. 408 — Shahih)
Penjelasan Ulama
Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Ibnu Katsir (Jilid 6, hal. 481):
"Ayat ini adalah satu-satunya ayat dalam Al-Qur'an di mana Allah menyebut perbuatan-Nya sendiri, perbuatan para malaikat, dan memerintahkan orang-orang beriman untuk melakukan hal yang sama sekaligus. Ini menunjukkan betapa agungnya kedudukan sholawat kepada Nabi ﷺ."
Imam Ibnul Qayyim dalam Jalaul Afham (hal. 87) menyebutkan 41 manfaat sholawat, di antaranya:
- Mendapat 10 rahmat Allah setiap satu sholawat
- Diangkat 10 derajat
- Dihapus 10 dosa
- Didoakan malaikat
- Lebih dekat dengan Nabi ﷺ di hari kiamat
Kapan Dibaca
Kapan saja — terutama hari Jumat, setelah adzan, saat menyebut nama Nabi ﷺ, dan dalam sholat.
Amalan 3: Membaca Istighfar 100 Kali
Teks Amalan
Arab: أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ
Latin: Astaghfirullaaha wa atuubu ilaih
Terjemahan: "Aku memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya."
Dibaca: 100 kali sehari
Dalil
عَنِ الأَغَرِّ بْنِ يَسَارٍ الْمُزَنِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: يَا أَيُّهَا النَّاسُ تُوبُوا إِلَى اللهِ وَاسْتَغْفِرُوهُ فَإِنِّي أَتُوبُ فِي الْيَوْمِ مِائَةَ مَرَّةٍ
Dari Al-Agharr bin Yasar Al-Muzani radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda: "Wahai manusia, bertaubatlah kepada Allah dan mohonlah ampunan-Nya. Sesungguhnya aku bertaubat dalam sehari sebanyak 100 kali." (HR. Muslim No. 2702 — Shahih)
Penjelasan Ulama
Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (Jilid 17, hal. 23):
"Rasulullah ﷺ yang sudah diampuni seluruh dosanya tetap beristighfar 100 kali sehari — bukan karena dosa, tetapi sebagai bentuk syukur, pengakuan kelemahan di hadapan Allah, dan teladan bagi umatnya. Jika beliau saja demikian, maka kita yang penuh dosa jauh lebih membutuhkannya."
Keutamaan Tambahan
Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa yang senantiasa beristighfar, Allah akan menjadikan baginya jalan keluar dari setiap kesempitan dan kelapangan dari setiap kesedihan, serta memberinya rezeki dari arah yang tidak ia sangka." (HR. Abu Dawud No. 1518 — Shahih)
Amalan 4: Membaca Bismillah Sebelum Setiap Aktivitas
Teks Amalan
Arab: بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Latin: Bismillaahir rahmaanir rahiim
Terjemahan: "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang."
Dalil
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: كُلُّ أَمْرٍ ذِي بَالٍ لَا يُبْدَأُ فِيهِ بِبِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ فَهُوَ أَبْتَرُ
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda: "Setiap urusan penting yang tidak dimulai dengan Bismillahirrahmanirrahim maka ia terputus (dari keberkahan)." (HR. Ibnu Hibban, Al-Khathib Al-Baghdadi — Hasan)
Penjelasan Ulama
Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Ibnu Katsir (Jilid 1, hal. 17):
"Bismillah adalah kunci dari seluruh keberkahan. Ia adalah pernyataan bahwa segala sesuatu dimulai atas nama Allah dan dengan pertolongan-Nya. Aktivitas apapun yang dimulai dengan Bismillah — makan, minum, bekerja, belajar, bepergian — akan mendapat berkah dan perlindungan Allah."
Kapan Dibaca
Sebelum seluruh aktivitas — makan, minum, memasak, bekerja, belajar, naik kendaraan, masuk rumah, dan seterusnya.
Amalan 5: Senyum kepada Sesama Muslim
Dalil
عَنْ أَبِي ذَرٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: تَبَسُّمُكَ فِي وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ
Dari Abu Dzar radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda: "Senyummu di hadapan saudaramu adalah sedekah bagimu." (HR. Tirmidzi No. 1956 — Hasan Shahih)
Penjelasan Ulama
Imam An-Nawawi dalam Riyadhus Shalihin (hal. 187):
"Hadits ini mengajarkan bahwa sedekah tidak harus berupa harta. Senyum yang tulus kepada sesama Muslim — yang membuat hatinya senang, yang mempererat ukhuwah, dan yang mencerminkan akhlak Islami — sudah dihitung sebagai sedekah oleh Allah."
Syaikh As-Sa'di dalam Bahjatu Qulubil Abrar (hal. 92):
"Senyum adalah ibadah yang paling mudah namun sering dilupakan. Ia tidak membutuhkan biaya, tidak membutuhkan waktu khusus, namun dampaknya luar biasa — menyenangkan hati orang lain, mempererat persaudaraan, dan mendatangkan pahala sedekah."
Kisah Inspiratif
Imam Adz-Dzahabi dalam Siyar A'lamin Nubala' (Jilid 11, hal. 218) menceritakan bahwa Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah — ulama yang terkenal dengan ketegasannya — selalu menyambut tamu dan murid-muridnya dengan senyuman hangat. Ia berkata:
"Senyum kepada saudara Muslim adalah bagian dari akhlak Nabi yang wajib kita jaga."
Amalan 6: Menjenguk Orang Sakit
Dalil
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ يَقُولُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ: يَا ابْنَ آدَمَ مَرِضْتُ فَلَمْ تَعُدْنِي. قَالَ: يَا رَبِّ كَيْفَ أَعُودُكَ وَأَنْتَ رَبُّ الْعَالَمِينَ؟ قَالَ: أَمَا عَلِمْتَ أَنَّ عَبْدِي فُلَانًا مَرِضَ فَلَمْ تَعُدْهُ؟ أَمَا عَلِمْتَ أَنَّكَ لَوْ عُدْتَهُ لَوَجَدْتَنِي عِنْدَهُ؟
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda: "Sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla berfirman pada hari kiamat: 'Wahai anak Adam, Aku sakit namun kamu tidak menjenguk-Ku.' Dia berkata: 'Ya Tuhan, bagaimana aku menjenguk-Mu sedangkan Engkau adalah Tuhan semesta alam?' Allah berfirman: 'Tidakkah kamu tahu bahwa hamba-Ku si Fulan sakit namun kamu tidak menjenguknya? Tidakkah kamu tahu bahwa jika kamu menjenguknya, niscaya kamu akan mendapati-Ku di sisinya?'" (HR. Muslim No. 2569 — Shahih)
Penjelasan Ulama
Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar (hal. 124):
"Hadits ini adalah salah satu hadits yang paling mengharukan dalam Islam. Allah menempatkan diri-Nya — secara majaz — di sisi orang yang sakit, untuk menunjukkan betapa Allah sangat mencintai orang yang menjenguk saudaranya yang sakit. Menjenguk orang sakit bukan hanya amalan sosial — ia adalah ibadah yang sangat dicintai Allah."
Keutamaan Tambahan
Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa menjenguk orang sakit, ia senantiasa berada dalam kebun surga sampai ia kembali." (HR. Muslim No. 2568 — Shahih)
Amalan 7: Memberi Minum kepada Orang yang Haus
Dalil
عَنْ سَعْدِ بْنِ عُبَادَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ قَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ، أَيُّ الصَّدَقَةِ أَفْضَلُ؟ قَالَ: سَقْيُ الْمَاءِ
Dari Sa'ad bin Ubadah radhiyallahu 'anhu, ia bertanya: "Ya Rasulullah, sedekah apa yang paling utama?" Rasulullah ﷺ menjawab: "Memberi minum (air)." (HR. Abu Dawud No. 1679, An-Nasa'i — Hasan Shahih)
Kisah Luar Biasa — Wanita Pelacur yang Masuk Surga
Rasulullah ﷺ bersabda: "Ada seorang wanita pelacur yang melihat seekor anjing di hari yang sangat panas sedang menjulurkan lidahnya di tepi sumur karena kehausan yang hampir membunuhnya. Wanita itu melepas sepatunya lalu mengambil air dengan sepatunya untuk memberi minum anjing itu. Maka Allah mengampuninya karena perbuatan itu." (HR. Bukhari No. 3467, Muslim No. 2245 — Shahih)
Hikmah: Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (Jilid 15, hal. 196):
"Kisah ini menunjukkan betapa besar nilai memberi minum di sisi Allah — sampai-sampai seorang wanita yang penuh dosa pun diampuni seluruh dosanya hanya karena memberi minum seekor anjing. Bayangkan pahalanya jika memberi minum kepada sesama manusia yang membutuhkan."
Amalan 8: Menyingkirkan Gangguan dari Jalan
Dalil
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: الإِيمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ شُعْبَةً... وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ الأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda: "Iman itu ada tujuh puluh sekian cabang... dan yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan." (HR. Bukhari No. 9, Muslim No. 35 — Shahih)
Penjelasan Ulama
Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari (Jilid 1, hal. 51):
"Hadits ini menempatkan amalan yang paling sederhana — menyingkirkan batu, duri, atau kotoran dari jalan — sebagai bagian dari iman. Ini mengajarkan bahwa Islam adalah agama yang peduli pada kemaslahatan bersama, dan sekecil apapun kontribusi positif seseorang kepada masyarakat, ia dihitung sebagai bagian dari keimanan."
Kisah Nyata
Rasulullah ﷺ bersabda: "Ada seseorang yang menemukan dahan pohon berduri di tengah jalan. Ia menyingkirkannya. Maka Allah bersyukur kepadanya dan mengampuninya." (HR. Bukhari No. 652, Muslim No. 1914 — Shahih)
Amalan 9: Membaca Ayat Kursi Setelah Setiap Sholat Fardhu
Teks Amalan
Arab: اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ...
(Teks lengkap QS. Al-Baqarah: 255)
Dalil
عَنْ أَبِي أُمَامَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: مَنْ قَرَأَ آيَةَ الْكُرْسِيِّ دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ مَكْتُوبَةٍ لَمْ يَمْنَعْهُ مِنْ دُخُولِ الْجَنَّةِ إِلَّا أَنْ يَمُوتَ
Dari Abu Umamah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa yang membaca Ayat Kursi setelah setiap sholat fardhu, tidak ada yang menghalanginya masuk surga kecuali kematian." (HR. An-Nasa'i dalam As-Sunanul Kubra, Ibnu Hibban — Shahih, dikuatkan oleh Al-Albani)
Penjelasan Ulama
Syaikh Ibnu Utsaimin dalam Syarh Riyadhis Shalihin (Jilid 5, hal. 198):
"Hadits ini memberikan jaminan surga bagi yang istiqomah membaca Ayat Kursi setelah setiap sholat fardhu — selama ia tidak melakukan pembatal iman. Ini adalah amalan yang hanya butuh waktu 30 detik setelah sholat namun ganjarannya adalah surga."
Amalan 10: Memuliakan Tamu
Dalil
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya." (HR. Bukhari No. 6018, Muslim No. 47 — Shahih)
Dalil Al-Qur'an
Allah mengisahkan bagaimana Nabi Ibrahim AS memuliakan tamunya — para malaikat yang datang dalam wujud manusia:
فَمَا لَبِثَ أَن جَاءَ بِعِجْلٍ حَنِيذٍ
"Maka Ibrahim tidak lama kemudian datang membawa daging anak sapi yang dipanggang." (QS. Hud: 69)
Tafsir Ulama: Imam Al-Qurthubi dalam Tafsir Al-Qurthubi (Jilid 9, hal. 52):
"Ibrahim langsung menyiapkan hidangan terbaik untuk tamunya tanpa bertanya siapa mereka atau apa tujuan mereka. Inilah sunnah memuliakan tamu — mendahulukan kebaikan tanpa syarat."
Rangkuman 10 Amalan
| No | Amalan | Keutamaan Utama |
|---|---|---|
| 1 | Tahlil 100x | Seperti memerdekakan 10 budak |
| 2 | Sholawat | Dibalas 10 rahmat Allah |
| 3 | Istighfar 100x | Rezeki dari arah tak terduga |
| 4 | Bismillah | Keberkahan di setiap aktivitas |
| 5 | Senyum | Bernilai sedekah |
| 6 | Menjenguk orang sakit | Seperti berada di kebun surga |
| 7 | Memberi minum | Sedekah paling utama |
| 8 | Singkirkan gangguan jalan | Bagian dari iman |
| 9 | Ayat Kursi setelah sholat | Jaminan masuk surga |
| 10 | Memuliakan tamu | Tanda kesempurnaan iman |
Penutup
Saudaraku, sepuluh amalan ini bisa dikerjakan oleh siapapun — tua muda, kaya miskin, sehat sakit, sibuk maupun lapang. Tidak ada satupun yang membutuhkan harta besar atau tenaga ekstra.
Yang dibutuhkan hanya satu: niat yang ikhlas dan konsistensi.
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ اللَّهَ لاَ يَمَلُّ حَتَّى تَمَلُّوا
"Sesungguhnya Allah tidak akan bosan (memberi pahala) sampai kalian bosan (beramal)." (HR. Bukhari No. 43 — Shahih)
Semoga Allah memudahkan kita untuk mengamalkan semuanya dengan istiqomah.
آمِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ 🤲
Daftar Kitab Rujukan
- Al-Wabilush Shayyib — Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah
- Jalaul Afham fi Sholati was Salami 'alaa Khairil Anam — Imam Ibnul Qayyim
- Riyadhus Shalihin — Imam An-Nawawi
- Al-Adzkar — Imam An-Nawawi
- Syarh Shahih Muslim — Imam An-Nawawi, Jilid 15, 17
- Bahjatu Qulubil Abrar — Syaikh Abdurrahman As-Sa'di
- Fathul Bari — Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani, Jilid 1
- Syarh Riyadhis Shalihin — Syaikh Ibnu Utsaimin, Jilid 5
- Tafsir Ibnu Katsir — Imam Ibnu Katsir, Jilid 1, 6
- Tafsir Al-Qurthubi — Imam Al-Qurthubi, Jilid 9
- Siyar A'lamin Nubala' — Imam Adz-Dzahabi, Jilid 11
- Shahih Bukhari — Imam Al-Bukhari
- Shahih Muslim — Imam Muslim
- Sunan Tirmidzi — Imam At-Tirmidzi
- Sunan Abu Dawud — Imam Abu Dawud
Ditulis oleh: Ashabussalam Blog: ashabussalam.online Label: Amalan Harian Tag: Amalan Ringan Pahala Besar, Amalan Sunnah, Zikir Harian, Sedekah, Pahala Berlipat
Apabila terdapat kekeliruan, kami terbuka untuk koreksi. Semoga menjadi amal jariyah. Barakallahu fiikum.

Komentar
Posting Komentar