pada tanggal
Al-Qur'an dan Tafsir
Dosa
Hadits
Islam
Panduan Ibadah
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Oleh: Ashabussalam.Online Label: Hadits Referensi: Al-Qur'an, Hadits Shahih, Kitab-kitab Ulama Muktabar
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Rasulullah Muhammad ﷺ — manusia paling sempurna yang pernah berjalan di muka bumi — ketika ditanya tentang akhlaknya, Allah menjawab langsung melalui Al-Qur'an:
وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ
"Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang agung." (QS. Al-Qalam: 4)
Dan ketika ditanya apa misi utama kenabiannya, Rasulullah ﷺ menjawab dengan sangat ringkas namun sangat dalam:
إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْأَخْلَاقِ
"Sesungguhnya aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia." (HR. Ahmad No. 8952, Al-Baihaqi — Shahih)
Imam Ibnul Qayyim dalam Madarijus Salikin (Jilid 2, hal. 294) berkata:
"Agama Islam seluruhnya adalah akhlak. Siapa yang memiliki akhlak yang lebih mulia, maka ia memiliki agama yang lebih sempurna. Dan misi utama diutusnya Rasulullah ﷺ adalah menyempurnakan akhlak — ini menunjukkan bahwa akhlak adalah puncak dari seluruh ajaran Islam."
Artikel ini mengumpulkan 40 hadits pilihan tentang akhlak mulia — dikelompokkan berdasarkan tema, dilengkapi dengan teks Arab, latin, terjemahan, takhrij (sumber), dan penjelasan singkat ulama untuk setiap haditsnya.
عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: مَا مِنْ شَيْءٍ أَثْقَلُ فِي الْمِيزَانِ مِنْ حُسْنِ الْخُلُقِ
Latin: Maa min syai'in atsqalu fil miizaani min husnil khuluq
Terjemahan: "Tidak ada sesuatu yang lebih berat dalam timbangan (amal) daripada akhlak yang mulia."
Sumber: (HR. Abu Dawud No. 4799, Tirmidzi No. 2003 — Shahih)
Penjelasan: Imam An-Nawawi dalam Riyadhus Shalihin (hal. 74):
"Hadits ini menunjukkan betapa besar nilai akhlak mulia di sisi Allah pada hari kiamat — ia lebih berat dari ibadah-ibadah lain dalam timbangan amal. Ini karena akhlak mulia mencakup seluruh dimensi kehidupan seorang Muslim."
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا
Latin: Akmalul mu'miniina iimaanan ahsanuhum khuluqan
Terjemahan: "Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya."
Sumber: (HR. Abu Dawud No. 4682, Tirmidzi No. 1162 — Hasan Shahih)
Penjelasan: Syaikh As-Sa'di dalam Bahjatu Qulubil Abrar (hal. 47):
"Hadits ini menjadikan akhlak sebagai tolok ukur kesempurnaan iman. Artinya, seseorang yang sholat, puasa, dan berzakat namun akhlaknya buruk, imannya belum sempurna. Sebaliknya, yang akhlaknya semakin baik, imannya semakin sempurna."
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: إِنَّ الرَّجُلَ لَيُدْرِكُ بِحُسْنِ خُلُقِهِ دَرَجَةَ الصَّائِمِ الْقَائِمِ
Latin: Innar rajula layudrikabihusnii khuluqihi darajatas saa'imil qaa'im
Terjemahan: "Sesungguhnya seseorang benar-benar bisa mencapai derajat orang yang berpuasa dan sholat malam dengan sebab akhlaknya yang mulia."
Sumber: (HR. Abu Dawud No. 4798 — Shahih)
عَنْ جَابِرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: إِنَّ مِنْ أَحَبِّكُمْ إِلَيَّ وَأَقْرَبِكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَحَاسِنَكُمْ أَخْلَاقًا
Latin: Inna min ahabbiukum ilayya wa aqrabikum minnii majlisan yawmal qiyaamati ahaasinukum akhlaaqa
Terjemahan: "Sesungguhnya yang paling aku cintai di antara kalian dan yang paling dekat tempat duduknya denganku pada hari kiamat adalah yang paling baik akhlaknya."
Sumber: (HR. Tirmidzi No. 2018 — Hasan)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: إِنَّ الْخُلُقَ السَّيِّئَ يُفْسِدُ الْعَمَلَ كَمَا يُفْسِدُ الْخَلُّ الْعَسَلَ
Latin: Innal khuluqas sayyi'a yufsidtul 'amala kamaa yufsidtul khallu al 'asal
Terjemahan: "Sesungguhnya akhlak yang buruk merusak amal sebagaimana cuka merusak madu."
Sumber: (HR. Al-Baihaqi dalam Syu'abul Iman — Hasan)
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ
Latin: 'Alaikum bish shidqi fa innash shidqa yahdi ilal birri wa innal birra yahdi ilal jannah
Terjemahan: "Hendaklah kalian selalu jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan membawa ke surga."
Sumber: (HR. Bukhari No. 6094, Muslim No. 2607 — Shahih)
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ
Latin: Wa iyyaakum wal kadzibu fa innal kadziiba yahdi ilal fujuuri wa innal fujuura yahdi ilannar
Terjemahan: "Dan jauhilah dusta, karena dusta membawa kepada kejahatan, dan kejahatan membawa ke neraka."
Sumber: (HR. Bukhari No. 6094, Muslim No. 2607 — Shahih)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاثٌ: إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ
Latin: Aayatul munaafiqii tsalaats: idzaa haddatsa kadzaba, wa idzaa wa'ada akhlafa, wa idzaa'tumina khaana
Terjemahan: "Tanda orang munafik ada tiga: apabila berbicara ia berdusta, apabila berjanji ia mengingkari, dan apabila diberi amanah ia berkhianat."
Sumber: (HR. Bukhari No. 33, Muslim No. 59 — Shahih)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: الرَّاحِمُونَ يَرْحَمُهُمُ الرَّحْمَنُ، ارْحَمُوا مَنْ فِي الأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ
Latin: Ar-raahimuuna yarhamuhur rahmaanu, irhamu man fil ardhi yarhamkum man fis samaa'
Terjemahan: "Orang-orang yang penyayang akan disayangi oleh Yang Maha Penyayang (Allah). Sayangilah siapa yang ada di bumi, niscaya Yang di langit akan menyayangimu."
Sumber: (HR. Abu Dawud No. 4941, Tirmidzi No. 1924 — Shahih)
Penjelasan: Imam Ibnu Rajab dalam Jami'ul Ulum wal Hikam (Jilid 2, hal. 167):
"Hadits ini mengandung qaidah yang sangat agung: kasih sayang kepada makhluk adalah kunci kasih sayang Allah. Dan kasih sayang yang dimaksud mencakup seluruh makhluk — manusia, hewan, bahkan tumbuhan."
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: إِنَّ اللَّهَ رَفِيقٌ يُحِبُّ الرِّفْقَ فِي الأَمْرِ كُلِّهِ
Latin: Innallaaha rafiqun yuhibbur rifqa fil amri kullihi
Terjemahan: "Sesungguhnya Allah Maha Lembut dan mencintai kelembutan dalam segala urusan."
Sumber: (HR. Bukhari No. 6927, Muslim No. 2165 — Shahih)
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: إِنَّ الرِّفْقَ لَا يَكُونُ فِي شَيْءٍ إِلَّا زَانَهُ، وَلَا يُنْزَعُ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا شَانَهُ
Latin: Innar rifqa laa yakuunu fii syai'in illaa zaanahu, wa laa yunza'u min syai'in illaa syaanahu
Terjemahan: "Kelembutan tidak terdapat pada sesuatu kecuali ia menghiasinya, dan tidak dicabut dari sesuatu kecuali ia memperburuknya."
Sumber: (HR. Muslim No. 2594 — Shahih)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: لَيْسَ الْمُؤْمِنُ بِالطَّعَّانِ وَلَا اللَّعَّانِ وَلَا الْفَاحِشِ وَلَا الْبَذِيءِ
Latin: Laisal mu'minu bith tha''aani wa lal la''aani wa lal faahisyi wa lal badzii'
Terjemahan: "Seorang mukmin bukanlah orang yang suka mencela, melaknat, berkata kotor, dan berkata kasar."
Sumber: (HR. Tirmidzi No. 1977 — Hasan Shahih)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ ﷺ: أَوْصِنِي. قَالَ: لَا تَغْضَبْ. فَرَدَّدَ مِرَارًا، قَالَ: لَا تَغْضَبْ
Latin: Awshinii. Qaala: laa taghdhabu. Faraddada miraaran, qaala: laa taghdhabu
Terjemahan: "Seorang lelaki berkata kepada Nabi ﷺ: 'Berilah aku wasiat.' Beliau bersabda: 'Jangan marah.' Orang itu mengulangi permintaannya beberapa kali, dan beliau tetap bersabda: 'Jangan marah.'"
Sumber: (HR. Bukhari No. 6116 — Shahih)
Penjelasan: Imam Ibnu Hajar dalam Fathul Bari (Jilid 10, hal. 457):
"Rasulullah ﷺ mengulang wasiat 'jangan marah' karena amarah adalah pintu masuk bagi seluruh keburukan akhlak. Siapa yang mampu mengendalikan amarahnya, ia telah menguasai kunci seluruh akhlak mulia."
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ، إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ
Latin: Laisyasy syadiidu bish shur'ah, innamasys syadiidulladzi yamliku nafsahu 'indal ghadhabu
Terjemahan: "Orang yang kuat bukanlah orang yang pandai bergulat, tetapi orang yang kuat adalah yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah."
Sumber: (HR. Bukhari No. 6114, Muslim No. 2609 — Shahih)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ، وَمَا زَادَ اللَّهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلَّا عِزًّا، وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلَّا رَفَعَهُ اللَّهُ
Latin: Maa naqashat shadaqatun min maalin, wa maa zaadallahu 'abdan bi'afwin illaa 'izzan, wa maa tawaadha'a ahadun lillaahi illaa rafa'ahullahu
Terjemahan: "Sedekah tidak mengurangi harta, Allah tidak menambah kemuliaan seorang hamba yang memaafkan kecuali dengan kemuliaan, dan tidaklah seseorang merendahkan diri karena Allah kecuali Allah mengangkatnya."
Sumber: (HR. Muslim No. 2588 — Shahih)
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
Latin: Man ahabba an yubsatha lahu fii rizqihi wa yunsa'a lahu fii atsarihi falyashil rahimahu
Terjemahan: "Barangsiapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung silaturahmi."
Sumber: (HR. Bukhari No. 5986, Muslim No. 2557 — Shahih)
عَنْ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعُ رَحِمٍ
Latin: Laa yadkhulul jannata qaathi'ur rahim
Terjemahan: "Tidak akan masuk surga orang yang memutus silaturahmi."
Sumber: (HR. Bukhari No. 5984, Muslim No. 2556 — Shahih)
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَالَ: لَيْسَ الْوَاصِلُ بِالْمُكَافِئِ، وَلَكِنَّ الْوَاصِلَ الَّذِي إِذَا قَطَعَتْ رَحِمُهُ وَصَلَهَا
Latin: Laisal waashilu bil mukaafi'i, wa lakinnaal waashilalladzi idzaa qatha'at rahimuhu washalahaa
Terjemahan: "Orang yang menyambung silaturahmi bukanlah orang yang membalas hubungan baik dengan hubungan baik pula. Orang yang menyambung silaturahmi yang sesungguhnya adalah orang yang ketika hubungannya diputus, ia tetap menyambungnya."
Sumber: (HR. Bukhari No. 5991 — Shahih)
(Disebutkan dalam Hadits 15 di atas: "...tidaklah seseorang merendahkan diri karena Allah kecuali Allah mengangkatnya.") (HR. Muslim No. 2588 — Shahih)
عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ
Latin: Laa yadkhulul jannata man kaana fii qalbihi mitsqaalu dzarratin min kibrin
Terjemahan: "Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan seberat dzarrah (debu)."
Sumber: (HR. Muslim No. 91 — Shahih)
عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: الْكِبْرُ: بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ
Latin: Al kibru: batharal haqqi wa ghamthun naas
Terjemahan: "(Seseorang bertanya tentang sombong). Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia."
Sumber: (HR. Muslim No. 91 — Shahih)
عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: الْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنَ الْيَدِ السُّفْلَى، وَالْيَدُ الْعُلْيَا الْمُنْفِقَةُ، وَالسُّفْلَى السَّائِلَةُ
Latin: Al yadul 'ulyaa khairun minal yadis suflaa, wal yadul 'ulyaal munfiqah, was suflaas saa'ilah
Terjemahan: "Tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah. Tangan di atas adalah yang memberi, dan tangan di bawah adalah yang meminta."
Sumber: (HR. Bukhari No. 1429, Muslim No. 1033 — Shahih)
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: اتَّقُوا الظُّلْمَ فَإِنَّ الظُّلْمَ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَاتَّقُوا الشُّحَّ فَإِنَّ الشُّحَّ أَهْلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ
Latin: Ittaquzh zhulma fa innazh zhulma zhulumaatun yawmal qiyaamah, wattaqush shuhha fa innash shuhha ahlaka man kaana qablakum
Terjemahan: "Jauhilah kezaliman, karena kezaliman adalah kegelapan pada hari kiamat. Dan jauhilah kikir, karena kikir telah membinasakan orang-orang sebelum kalian."
Sumber: (HR. Muslim No. 2578 — Shahih)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
Latin: Man kaana yu'minu billaahi wal yawmil aakhiri falyaqul khayran aw liyashmut
Terjemahan: "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam."
Sumber: (HR. Bukhari No. 6018, Muslim No. 47 — Shahih)
عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: وَهَلْ يَكُبُّ النَّاسَ فِي النَّارِ عَلَى وُجُوهِهِمْ أَوْ عَلَى مَنَاخِرِهِمْ إِلَّا حَصَائِدُ أَلْسِنَتِهِمْ؟
Latin: Wa hal yakubbun naasa fin naari 'alaa wujuuhihim aw 'alaa manaakhirihim illaa hashaaidul alsinatihim?
Terjemahan: "Bukankah yang menjerumuskan manusia ke dalam neraka dengan wajah atau hidung mereka tidak lain adalah hasil panen lisan mereka?"
Sumber: (HR. Tirmidzi No. 2616 — Hasan Shahih)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: أَتَدْرُونَ مَا الْغِيبَةُ؟ قَالُوا: اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ. قَالَ: ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ
Latin: Atadruna mal ghibah? Qaalu: allaahu wa rasuuluhu a'lam. Qaala: dzikruka akhaaka bimaa yakrah
Terjemahan: "Tahukah kalian apa itu ghibah? Mereka menjawab: Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu. Beliau bersabda: Engkau menyebut saudaramu dengan sesuatu yang ia benci."
Sumber: (HR. Muslim No. 2589 — Shahih)
عَنِ ابْنِ عُمَرَ وَعَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ قَالَا: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: مَا زَالَ جِبْرِيلُ يُوصِينِي بِالْجَارِ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُوَرِّثُهُ
Latin: Maa zaala jibriilu yuushiinii bil jaari hattaa zhannantu annahu sayuwarritsuhu
Terjemahan: "Jibril terus-menerus mewasiatkan kepadaku tentang tetangga, sampai aku menyangka bahwa tetangga akan mendapat warisan (begitu penting hak tetangga)."
Sumber: (HR. Bukhari No. 6015, Muslim No. 2625 — Shahih)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: وَاللَّهِ لَا يُؤْمِنُ، وَاللَّهِ لَا يُؤْمِنُ، وَاللَّهِ لَا يُؤْمِنُ. قِيلَ: وَمَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: الَّذِي لَا يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ
Latin: Wallaahi laa yu'min, wallaahi laa yu'min, wallaahi laa yu'min. Qiila: wa man yaa rasuulallah? Qaala: alladzi laa ya'manu jaaruhu bawaa'iqahu
Terjemahan: "Demi Allah tidak beriman, demi Allah tidak beriman, demi Allah tidak beriman." Ditanyakan: "Siapa itu, ya Rasulullah?" Beliau bersabda: "Orang yang tetangganya tidak merasa aman dari gangguannya."
Sumber: (HR. Bukhari No. 6016 — Shahih)
عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى
Latin: Matsalul mu'miniina fii tawaddihim wa taraahimihim wa ta'aathufihim matsalul jasadi idzasytakaa minhu 'udhwun tadaa'aa lahuu saa'irul jasadi bis sahari wal hummaa
Terjemahan: "Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, saling menyayangi, dan saling mengasihi, seperti satu tubuh. Apabila satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuh ikut merasakannya dengan tidak tidur dan demam."
Sumber: (HR. Bukhari No. 6011, Muslim No. 2586 — Shahih)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ
Latin: Al muslimu man salimal muslimuuna min lisaanihi wa yadihi
Terjemahan: "Seorang Muslim (yang sejati) adalah yang kaum Muslim lainnya selamat dari lisan dan tangannya."
Sumber: (HR. Bukhari No. 10, Muslim No. 41 — Shahih)
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
Latin: Laa yu'minu ahadukum hattaa yuhibba li'akhiihi maa yuhibbu linafsihi
Terjemahan: "Tidaklah sempurna iman salah seorang dari kalian sehingga ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri."
Sumber: (HR. Bukhari No. 13, Muslim No. 45 — Shahih)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: إِيَّاكُمْ وَالْحَسَدَ فَإِنَّ الْحَسَدَ يَأْكُلُ الْحَسَنَاتِ كَمَا تَأْكُلُ النَّارُ الْحَطَبَ
Latin: Iyyaakum wal hasada fa innal hasada ya'kulul hasanaati kamaa ta'kulun naarul hathab
Terjemahan: "Jauhilah hasad (dengki), karena sesungguhnya hasad memakan kebaikan-kebaikan seperti api memakan kayu bakar."
Sumber: (HR. Abu Dawud No. 4903 — Hasan)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيثِ
Latin: Iyyaakum wazh zhan fa innazh zhanna akdzabul hadiits
Terjemahan: "Jauhilah prasangka buruk, karena prasangka adalah ucapan yang paling dusta."
Sumber: (HR. Bukhari No. 6064, Muslim No. 2563 — Shahih)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ
Latin: Man kaana yu'minu billaahi wal yawmil aakhiri falyukrim dhaifah
Terjemahan: "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya."
Sumber: (HR. Bukhari No. 6018, Muslim No. 47 — Shahih)
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ ﷺ يَسْتَأْذِنُهُ فِي الْجِهَادِ، فَقَالَ: أَحَيٌّ وَالِدَاكَ؟ قَالَ: نَعَمْ. قَالَ: فَفِيهِمَا فَجَاهِدْ
Latin: Ja'a rajulun ilan nabiyyi ﷺ yasta'dzinuhu fil jihaad, faqaala: ahayyu waalidaak? Qaala: na'am. Qaala: fafiihimaa fajaahid
Terjemahan: "Seorang laki-laki datang kepada Nabi ﷺ meminta izin untuk berjihad. Beliau bertanya: 'Apakah kedua orang tuamu masih hidup?' Ia menjawab: 'Ya.' Beliau bersabda: 'Maka berjihadlah pada keduanya (dengan berbakti kepada mereka).'"
Sumber: (HR. Bukhari No. 3004, Muslim No. 2549 — Shahih)
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: رِضَا الرَّبِّ فِي رِضَا الْوَالِدِ، وَسَخَطُ الرَّبِّ فِي سَخَطِ الْوَالِدِ
Latin: Ridhaar rabb fii ridhaal waalid, wa sakhathur rabb fii sakhathil waalid
Terjemahan: "Ridha Allah terdapat pada ridha orang tua, dan murka Allah terdapat pada murka orang tua."
Sumber: (HR. Tirmidzi No. 1899 — Hasan Shahih)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ
Latin: Ar-rajulu 'alaa diini khaliilihi falyanzur ahadukum man yukhaalil
Terjemahan: "Seseorang mengikuti agama (akhlak) temannya. Maka hendaklah salah seorang dari kalian memperhatikan siapa yang ia jadikan teman."
Sumber: (HR. Abu Dawud No. 4833, Tirmidzi No. 2378 — Hasan)
عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالْجَلِيسِ السَّوْءِ كَمَثَلِ صَاحِبِ الْمِسْكِ وَكِيرِ الْحَدَّادِ، لَا يَعْدَمُكَ مِنْ صَاحِبِ الْمِسْكِ إِمَّا تَشْتَرِيهِ أَوْ تَجِدُ رِيحَهُ، وَكِيرُ الْحَدَّادِ يُحْرِقُ بَدَنَكَ أَوْ ثَوْبَكَ أَوْ تَجِدُ مِنْهُ رِيحًا خَبِيثَةً
Terjemahan: "Perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk seperti penjual minyak wangi dan pandai besi. Penjual minyak wangi pasti akan memberi manfaat kepadamu — entah kamu membelinya atau sekadar mencium aromanya. Sedangkan pandai besi, bisa membakar tubuh atau pakaianmu, atau minimal kamu akan mencium bau yang tidak sedap."
Sumber: (HR. Bukhari No. 2101, Muslim No. 2628 — Shahih)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ... وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ
Terjemahan (bagian terkait): "...dan dua orang yang saling mencintai karena Allah, mereka berkumpul karena-Nya dan berpisah karena-Nya."
Sumber: (HR. Bukhari No. 660, Muslim No. 1031 — Shahih)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ
Latin: Man naffasa 'an mu'minin kurbatan min kurabit dun-yaa naffasallaahu 'anhu kurbatan min kuraabi yawmil qiyaamah, wa man satara musliman satarahullaahu fid dunyaa wal aakhirah
Terjemahan: "Barangsiapa yang meringankan satu kesulitan dari kesulitan-kesulitan seorang mukmin di dunia, Allah akan meringankan satu kesulitan darinya pada hari kiamat. Dan barangsiapa yang menutup aib seorang Muslim, Allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat."
Sumber: (HR. Muslim No. 2699 — Shahih)
Empat puluh hadits ini adalah sebagian kecil dari lautan sabda Rasulullah ﷺ tentang akhlak mulia. Namun jika kita bisa mengamalkan semuanya — atau bahkan sebagiannya — dalam kehidupan sehari-hari, kita akan menjadi pribadi yang:
Inilah gambaran seorang Muslim yang sesungguhnya — yang agamanya tidak hanya terlihat dalam sholat dan puasanya, tetapi dalam setiap aspek kehidupannya.
Allah berfirman:
وَعِبَادُ الرَّحْمَٰنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا
"Adapun hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan 'salam'." (QS. Al-Furqan: 63)
Semoga Allah menganugerahkan kepada kita akhlak mulia seperti yang diteladankan Rasulullah ﷺ.
آمِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ 🤲
Ditulis oleh: Ashabussalam Blog: ashabussalam.online Label: Hadits Tag: Hadits Akhlak, Akhlak Mulia, Hadits Pilihan, Hadits Shahih, Adab Islami, Akhlak Muslim
Apabila terdapat kekeliruan, kami terbuka untuk koreksi. Semoga menjadi amal jariyah. Barakallahu fiikum.
Komentar
Posting Komentar